Berita

Diaz Hendropriyono bersama Presiden Jokowi/Net

Politik

PKPI Tidak Usung Calon Kepala Daerah Yang Berseberangan Dengan Jokowi

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 08:51 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengadakan fit and proper test gelombang kelima untuk bakal calon (Balon) kepala daerah.

Dari tujuh bakal calon yang diuji, empat diantaranya merupakan calon Bupati/Wakil Bupati petahana di Pilkada 2020, yakni Halmahera Utara, Pulau Taliabu, Seram Bagian Timur, dan Sintang.

Anggota Desk Pilkada DPN PKPI Amir Hamzah mengatakan, pihaknya tidak akan mengusung calon kepala daerah yang memiliki visi berbeda dengan Presiden.


Hal itu lantatan PKPI berupaya menyaring bakal calon kepala daerah yang berkualitas, paham wilayahnya, punya perencanaan dan kemampuan eksekusi program yang selaras dengan kebijakan Presiden Jokowi.

"Mereka diuji oleh dua tim panelis, tentang visi misi dan kesesuaiannya dengan program Pak Jokowi. Masing-masing kandidat minimal dua jam tuh. Kita enggak asal-asalan," kata Amir dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu (11/1).

Hal senada disampaikan salah satu bakal calon Bupati yang juga Wakil Bupati petahana Seram Timur, Maluku, Fachri Husni Alkatiri. Menurutnya, pihaknya siap menjalankan prioritas Presiden Jokowi mengembangkan SDM di daerah yakni pendidikan.

"Salah satu ide yang akan saya canangkan ke depan adalah soal beasiswa untuk pelajar daerah hingga perguruan tinggi," kata Fachri.

Sementara itu, Bakal calon Wakil Bupati petahana Pulau Taliabu, Maluku Utara, Ramli, pun mengatakan hal lain yakni penyelarasan kebijakan dari pemerintah pusat yang masih terkendala infrastruktur komunikasi yang belum memadai.

"Kadang ponsel kita itu enggak ada sinyal sampai tiga hari. Jadi, kalau mau akses informasi, kita harus pergi ke Kota Luwuk. Kedepannya kita akan sambungkan dengan Tol Langit Pak Jokowi," ujarnya.

Sejauh ini, PKPI telah melaksanakan lima gelombang fit and proper test terhadap lima puluh tujuh bakal calon kepala daerah dari seluruh Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

Mengapa 2026 adalah Momentum Transformasi, Bukan Resesi?

Senin, 13 April 2026 | 00:01

Armada Pertamina Terus Distribusikan Energi di Tengah Tantangan Global

Minggu, 12 April 2026 | 23:40

KSAL Sidak Kesiapan Tempur Markas Petarung Marinir

Minggu, 12 April 2026 | 23:11

OTT: Prestasi Penegakan Hukum atau Alarm Kegagalan Sistem

Minggu, 12 April 2026 | 22:46

Modus Baru Pemerasan Bupati Tulungagung: Dikunci Sejak Awal

Minggu, 12 April 2026 | 22:22

Ketum Perbakin Jakarta: Brimob X-Treme 2026 Ajang Pembibitan Atlet Nasional

Minggu, 12 April 2026 | 22:11

Isu Kudeta Prabowo Dinilai Bagian Konsolidasi Politik

Minggu, 12 April 2026 | 21:47

KPK Duga Adik Bupati Tulungagung Tahu Praktik Pemerasan

Minggu, 12 April 2026 | 21:28

Brimob X-Treme 2026: Dari Depok untuk Panggung Menembak Dunia

Minggu, 12 April 2026 | 21:08

Polisi London Tangkap 523 Demonstran Pro-Palestina

Minggu, 12 April 2026 | 20:06

Selengkapnya