Berita

Kota Shafshawan/Net

Jaya Suprana

Kota Biru Maroko

SABTU, 11 JANUARI 2020 | 07:17 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MAROKO memiliki tiga kota unik akibat masing-masing memiliki ciri khas warna tersendiri.

Marakesh tersohor dengan julukan Al Hamra alias Kota Merah akibat mayoritas gedung di sana dicat merah.

Sementara Essaouira dijuluki Al Abyad akibat mayoritas bangunan di kota pantai Maroko itu berwarna serba putih.


Lain halnya dengan kota Shafshawan alias Chefchaouen yang disebut sebagai Al-Azraq alias Kota Biru sebab mayoritas gedung bahkan jalan di Maroko Barat Laut itu berwarna serba biru.

Kasbah

Semula Shafshawan didirikan sebagai sebuah kasbah kecil oleh keturunan Abdul as-Salam al-Alami dan Idris I bernama Moulay Ali ibn Rashid al-Alami.

Shafshawan didirikan untuk membentengi invasi Portugis di Maroko Utara. Bersama suku Ghomara, kaum Moor dan Yahudi bermukim di Shafsawan setelah Rekonquista Spanyol menjelang akhir abad XV.

Pada tahun 1920, Spanyol menduduki Shafshawan yang kemudian disebut sebagai Chefchaouen sebagai bagian dari jajahan Spanyol di Maroko.

Pada September 1925, skuadron pilot Amerika Serikat termasuk para veteran Perang Dunia I membombardir Chefchouen atas restu Perdana Menteri Prancis, Paul Painleve.

Kemudian Spanyol resmi mengembalikan Al Azraq kepada Maroko setelah proklamasi kemerdekaan Maroko pada tahun 1956.

Biru

Di masa kini Chefchaouen menjadi primadona destinasi wisata budaya di Maroko berkat daya tarik luar biasa istimewa berupa rumah dan bangunan bahkan jalan berwarna serba biru.

Beberapa teori berupaya menjelaskan latar belakang kewarna-biruan Chefchaouen antara lain bahwa warna biru efektif sebagai pengusir nyamuk karena konon warna biru tidak disukai para nyamuk Maroko.

Ada pula teori beraroma spiritualistik yang menyatakan warna biru adalah lambang langit dan surga.

Namun banyak pula warga Chefchaouen mengaku bahwa warna biru memang sengaja diinstruksikan oleh dinas pariwisata setempat sebagai seragam warna bagi seluruh kota sekedar sebagai daya tarik wisata.

Upaya promosi pariwisata itu tampaknya memang berhasil ke berbagai pelosok dunia menyohorkan Chefchaouen sebagai Kota Biru Maroko nan tiada dua di planet bumi masa kini.

Terbukti saya sampai ikut repot menulis naskah yang sedang Anda baca ini.

Penulis adalah pembelajar peradaban dunia.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Raksasa Telekomunikasi Ini Bakal Dibubarkan Danantara

Senin, 25 Mei 2026 | 08:33

PT PMM Keberatan 15 Kontainer Mineral Ekspor Dibongkar Aparat

Minggu, 24 Mei 2026 | 16:43

Nilai TKA Siswa SD-SMP Jeblok, Program MBG Dipertanyakan

Senin, 01 Juni 2026 | 02:30

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Blusukan Jokowi Sulit Naikkan Suara PSI, Apalagi Goyang PDIP

Senin, 01 Juni 2026 | 04:00

UPDATE

Penunjukan Nanik S. Deyang Kepala MBG Sesuai Hasil Evaluasi

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:13

Turun Gunung Jokowi Dalam Rangka Cari Keselamatan

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:05

Gibran Ingin Birokrasi Berjalan Gesit dan Kolaboratif

Rabu, 03 Juni 2026 | 16:01

Prabowo Apresiasi Peran Turki Bantu Pulangkan Sembilan WNI dari Tahanan Israel

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:56

Penyiram Air Keras ke Andrie Yunus Hanya Dituntut 2,5 Tahun Penjara

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:52

Warganet Anggap Penggeledahan Kantor BGN oleh Kejagung Drama Telenovela

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:45

Gebrakan Jampidsus Obrak-abrik Kantor BGN Patut Diacungi Jempol

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:42

Kunjungan ke Rusia, AHY Bawa Pulang Proyek PLTN Terapung hingga Kapal Cepat

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:41

DPR Dukung Kejagung Geledah BGN Usut Dugaan Korupsi MBG

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:07

Istana Respons Kabar Penangkapan Eks Kepala BGN oleh Kejagung

Rabu, 03 Juni 2026 | 15:06

Selengkapnya