Berita

PT Asuransi Jiwasraya/Net

Politik

Ekonom: Kalau Berlama-lama, Jiwasraya Jadi Kasus Politis

KAMIS, 09 JANUARI 2020 | 12:33 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kasus megakorupsi Jiwasraya yang kini ramai diperbincangkan, disebut-sebut memiliki kemiripan yang sama dengan skandal Bank Century.

Pasalnya, persoalan yang membelit perusahaan asuransi plat merah ini tidak lepas dari kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang payah. Jika OJK bekerja dengan baik, maka Jiwasraya tidak akan merugi dan gagal bayar polis hingga Rp13,4 triliun.

Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Didik J Rachbini mengamini pendapat tersebut.


"Jadi kasus-kasus sebelumnya, penjebolan-penjebolan kaya begini itu sudah jamak, ada indikasi mirip-mirip Century," ujar Didik saat dihibungi Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (9/1).

Didik juga mengatakan, OJK sebagai lembaga pengawas keuangan tidak cermat dalam melihat laporan audit Jiwasraya yang diduga palsu.

"Itu kan penyimpangan Rp. 13,7 triliun, itu barang yang sama dengan gajah segudang, barang gede banget. Jadi kalau OJK tidak melihat itu sama dengan rabun dekat," katanya.

Selain itu, mantan Anggota Fraksi PAN DPR RI ini juga memperhatikan pola penanganan pemerintah atas kasus Jiwasraya ini.

Menurutnya, pemerintah masih belum memperlihatkan keseriusan untuk menyelesaiakan masalah ini. Begitupun DPR yang dikabarkan bakal mendorong penyelesaian kasus Jiwasraya lewat Pansus.

Untuk itu, Didik memiliki dua kesimpulan atas kasus yang merugikan 17.000 orang warga negara Indonesia (WNI) dan 474 warga negara asing (WNA) asal Korea Selatan, yang menjadi nasabah JS Saving Plan.

"Kalau ini pemeriksaan lancar, berarti ini masalah kriminal tingkat biasa. Tapi kalau ini berlama-lama kriminal tingkat tinggi terkait politik," pungkasnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

UPDATE

Usai Raup Dana Jumbo, Danantara Diminta Transparan Soal Penyaluran Investasi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:13

SLA Lampaui Target, Helita jadi Andalan Baru Layanan Digital Tangsel

Sabtu, 20 Juni 2026 | 18:09

Garda Bangsa: Program Pemerintah Dirasakan Masyarakat, Harus Dikawal

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:37

TVRI Jelaskan Proses, Cakupan, dan Distribusi Hak Siar FIFA hingga 2027

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:06

AMMSI: Penyesuaian Operasional MBG Perkuat Efisiensi Anggaran dan Tata Kelola Program

Sabtu, 20 Juni 2026 | 17:00

Ace Hasan Dorong Alumni UIN Jakarta Terus Berkontribusi untuk Bangsa

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:24

Program 3 Juta Rumah Dipercepat, Pemerintah dan Danantara Bahas Meikarta hingga Inpres Baru

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:08

Tiga Besar Fortune Southeast Asia 500, Pertamina: Motivasi Perkuat Ketahanan Energi

Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:03

Saham Intel Melesat Usai Pernyataan Trump

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:32

Polisi Ungkap Rekayasa Perampokan di Menteng, Pelaku Dendam ke Korban Sejak 2020

Sabtu, 20 Juni 2026 | 15:05

Selengkapnya