Berita

Ilustrasi Ranjau Darat Banyak Di Pasang Oleh Para Petempur Pasukan Arakan/Net

Dunia

Ranjau Darat Meledak Tewaskan Empat Bocah Rohingya

RABU, 08 JANUARI 2020 | 06:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Empat bocah Muslim Rohingya meninggal dunia akibat ranjau darat meledak di negara bagian Rakhine, kawasan barat Myanmar,  Selasa (7/1).  Lima bocah lainnya serta seorang guru mengalami luka-luka.

Juru bicara pihak militer, Brigadir Jenderal Zaw Min Tun, menerangkan sekelompok anak-anak itu menginjak ranjau darat saat sedang mengumpulkan kayu bakar di Desa Kyauk Yan.

Pihak militer dan pemberontak saling melempar tanggung jawab.


Saat ini, para korban luka tengah mendapat perawatan di rumah sakit setempat. Tiga di antara mereka dalam keadaan terluka serius.

Menurut Min Tun, ranjau darat itu dipasang oleh para petempur Pasukan Arakan, kelompok pemberontak yang merekrut anggota kebanyakan dari warga mayoritas Budha Rakhine.

Sebaliknya, juru bicara Pasukan Arakan, yang menuntut otonomi lebih untuk negara bagian Rakhine, menyalahkan pihak militer atas terjadinya peristiwa ledakan itu.

"Satu anak yang meninggal dunia hanya bisa ditemukan bagian badannya saja. Kami sudah membawa jenazah mereka dan menyerahkannya kepada keluarga masing-masing untuk dimakamkan," ucap salah satu warga.

Menurut data dari lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa yang mengurus persoalan anak, UNICEF, pada tahun lalu ada 143 anak yang terbunuh atau terluka dalam sejumlah pertempuran sipil di sepanjang wilayah perbatasan Myanmar.

Tercatat puluhan ribu orang mengungsi dari wilayah negara bagian Rakhine sejak pertempuran kembali pecah pada Desember lalu.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya