Berita

Kapal Coast Guard China/Net

Publika

Melihat Lebih Dalam Tentang Konflik Natuna

SELASA, 07 JANUARI 2020 | 04:41 WIB

KONFLIK perbatasan di Natuna seharusnya menjadi perhatian khusus bagi pemerintah karena permasalahan yang strategis terkait batas wilayah.

Natuna Utara yang berbatasan langsung dengan Laut China Selatan (LCS) menjadi sangat kompleks karena China beranggapan bahwa batas wilayah China adalah batas penagkapan ikan nelayan tradisional China yang sudah ada sebelum UNCLOS 1982 atau yang China sebut sebagai traditional chinese fishing grounds dengan peta yang tergambar putus-putus (nine dashed-lines).

Klaim teritori berdasarkan traditional chinese fishing grounds membentang sampai Natuna.


Kenapa LCS begitu penting bagi China, karena LCS memiliki geoekonomi dan geopolitik yang strategis yaitu di antaranya:

Geoekonomi

1. LCS merupakan pintu masuk jalur pedangangan dari atau ke Indo-pasifik.

2. LCS dengan luas sekitar 3 juta kilometer persegi dan dikelilingi 10 negara merupakan wilayah yang berkontribusi atas 10% kebutuhan ikan global.

3. Menyimpan sekitar cadangan 190 triliun kaki kubik gas alam dan 11 miliar barel minyak yang sebagian besar terletak di sepanjang tepi Laut Cina Selatan.

Geopolitik

1. Klaim China atas LCS membuat 10 negara yang berbatasan dengan LCS melayangkan protes.

2. Rivalitas perebutan hegemoni Asia Pasifik membentuk setidaknya 3 poros, yaitu ASEAN, AS, dan Jepang, China. Seperti dalam perlombaan pengajuan proposal indo-pasifik sebagai arsitektur keamanan global.

Kepentingan Natuna bagi Indonesia

Kepentingan paling utama bagi Indonesia di Natuna adalah kedaulatan (sovereignity) dan ekonomi karena Natuna Utara memiliki cadangan gas dan minyak yang besar. Sehingga ketika ada permasalahan sengketa wilayah, seharusnya pemerintah tegas dari awal untuk mengamankan teritorial.

Pengusiran kapal oleh Indonesia dan protes tertulis yang dilakukan secara bilateral cukup baik sebagai langkah awal untuk mengamankan teritorial. Indonesia harus memberikan efek deterrence kepada China untuk kepentingan nasional mengamankan kedaulatan nasional Indonesia di Natuna.

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah Indonesia terus mendorong ASEAN dan China untuk menyelesaikan Code of Conduct (CoC) Laut China Selatan.

Selebihnya Indonesia harus menata arstektur keamanan dan kebijakan luar negeri di kawasan, terutama di wilayah Natuna baik dengan menambah kekuatan militer untuk mengamankan wilayah teritorial serta sebagai bargaining chip Indonesia di Natuna Utara maupun dengan Smart Diplomacy agar permasalahan Natuna selesai dengan win-win solution tanpa menganggu kerja sama bilateral kedua negara di sektor lainya.

Rafli Zulfikar
Peneliti Center for International Studies and Trade

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Bripda Nopandri Anggota Polres Katingan Ditemukan Wafat Usai Gerebek Bandar Narkoba

Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:06

GreenBus Pertamina, Ajak Generasi Muda Belajar dari Kampung Hijau Cemara

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:46

Aipda Endang Karyana Gugur usai Tertabrak Tugas di Tol Joglo

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:39

Bank Mandiri Taspen Gelar Appreciation Night Bersama Media di Pantai Sanur

Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:10

Kapolri Pimpin Sertijab Enam Kapolda dan PJU Mabes

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34

Ulang Tahun, Dasco Ucapkan Selamat untuk Nadiem Makarim

Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:08

Terus Ada, Ada Terus, BNI Hadirkan Ragam Promo Spesial 80 Tahun Pengabdian

Sabtu, 04 Juli 2026 | 19:44

Partai Demokrat Ajak Publik Terlibat Tentukan Logo HUT ke-25

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:52

Pertamina Buka Rekrutmen Internship bagi Fresh Graduate, Ini Jadwalnya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 18:25

KAI Group Angkut 258,99 Juta Penumpang di Semester I 2026

Sabtu, 04 Juli 2026 | 17:57

Selengkapnya