Berita

Jansen Sitandaon (sebelah kiri)/Net

Politik

Ruhut Sindir AHY Soal Natuna, Jansen: Menyesatkan, Kami Tunggu Pikiran Ruhut

SENIN, 06 JANUARI 2020 | 14:24 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Politikus Partai Demokrat Ruhut Sitompul kembali mencuri perhatian.

Pasalnya melalui akun Twitter pribadinya, Pria yang akrab di sapa Poltak ini menyindir Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang men-tweet Insiden masuknya kapal Tiongkok di perairan Natuna.

"@AgusYudhoyono Nggak salah nih. Purn Mayor mengajari Purn Jenderal Bintang 4 & 3 Kopassus lagi ha ha ha. kalau mau Capres hati-hati jangan ajari Ikan berenang. Merdeka," cuit Ruhut yang langsung disambut komentar dari para Warganet pada Senin (6/1).


Respon Netizen pun beragam, kebanyakan dari mereka menilai Ruhut  tak lebih dari sekedar nyinyir belaka. Bahkan politisi muda Partai Demokrat, Jansen Sitindaon yang membela AHY menilai apa yang disampaikan Ruhut adalah sesuatu yang menyesatkan.

"Twitt yang sesat pikir ini bang. Pikiran tak ada kaitannya dengan kepangkatan. Kalau begini Gubernur Doktor tak bisa lagi kita kritik dong. Presiden Sarjana yang boleh," balas Jansen.

"Baca aja twittnya AHY sandingkan dengan pernyataan Jenderal-jenderal bintang itu. Kan kelihatan mana yang pikirannya Mayor. Merdeka," sambungnya.

Tak sampai disitu, Jansen pun menantang Ruhut yang saat ini bergabung dengan PDIP ini dengan mengatakan kalau punya pikiran lain terkait Natuna silahkan tulis.

"Jangan hakimi dan cibir pikiran orang ditengah kita sendiri tidak menelurkan pikiran apapun. Ini soal kedaulatan bersama, tiap anak bangsa punya hak menyampaikan pikirannya. Kami tunggu pikiran bang Ruhut," pungkasnya.


Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Khalid Basalamah Ngaku Hanya jadi Korban di Kasus Yaqut

Kamis, 23 April 2026 | 20:16

Laba BCA Tembus Rp14,7 Triliun

Kamis, 23 April 2026 | 20:10

Singapura Masih jadi Investor Terbesar RI, Suntik Rp79 Triliun di Awal 2026

Kamis, 23 April 2026 | 20:04

TNI-Polri Buru Anggota OPM Penembak ASN di Yahukimo

Kamis, 23 April 2026 | 19:43

Hilirisasi Sumbang Rp147,5 Triliun Investasi di Triwulan I 2026

Kamis, 23 April 2026 | 19:26

Bareskrim Gandeng FBI Buru Ribuan Pembeli Alat Phising Ilegal

Kamis, 23 April 2026 | 19:17

Jemaah Haji Terima Uang Saku 750 Riyal dari BPKH

Kamis, 23 April 2026 | 19:15

Data Rosan Ungkap Investasi RI Lepas dari Cengkeraman Jawa-Sentris

Kamis, 23 April 2026 | 19:02

PLN Pastikan Listrik Jakarta Sudah Pulih 100 Persen

Kamis, 23 April 2026 | 18:56

Idrus Marham Sindir JK: Jangan Klaim Jasa, Biarlah Sejarah Menilai

Kamis, 23 April 2026 | 18:41

Selengkapnya