Berita

Jaya Suprana

Jaya Suprana

Memohon Normalisasi Berkelanjutan

SENIN, 06 JANUARI 2020 | 06:55 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Saya sangat menghargai kearif-bijaksanaan Presiden Jokowi dalam menghadapi musibah banjir yang melanda Jakarta pada awal tahun 2020.

Alih-alih sibuk mencari-cari kambing hitam untuk disalahkan, Presiden Jokowi langsung terjun ke lapangan demi tabayyun menyaksikan dengan mata kepala sendiri apa sebenarnya yang benar-benar terjadi pada kenyataan.

Kemudian Presiden Jokowi menyelenggarakan rapat koordinasi khusus dengan pihak-pihak yang berwenang demi mencari solusi terhadap musibah banjir yang sudah sejak dahulu kala melanda Jakarta, ketika masih disebut sebagai Batavia. Sebagai keputusan rakor, Presiden Jokowi memerintahkan program normalisasi sungai DKI Jakarta harus dilanjutkan.


Keputusan
Akibat manusia tidak sempurna maka tidak ada keputusan yang sempurna,  namun dapat diyakini bahwa keputusan untuk melanjutkan normalisasi sungai adalah solusi yang terbaik demi menanggulangi banjir di Jakarta.

Selama mengajukan permohonan masih belum dilarang secara konstitusional, maka berdasar pengalaman pribadi Presiden Jokowi mau pun kenyataan yang terjadi di Kampung Pulo dan Bukit Duri pada musibah banjir awal 2020 serta tersedianya metode betonisasi dengan sistem Segmental Retaining Wall, saya memberanikan diri mengajukan sebuah permohonan.

Fakta
Presiden Jokowi sempat beberapa kali berkisah langsung kepada saya bahwa beliau tidak ingin rakyat miskin digusur akibat di masa kanak-kanak beliau pernah tiga kali mengalami hunian keluarga beliau digusur atas nama pembangunan infra struktur di kota Solo.

Sungai Ciliwung yang sudah dinormalisasi di kawasan Kampung Pulo dan Bukit Duri pada tahun 2016 ternyata pada saat musibah banjir Jakarta 2020 meluap sehingga banjir melanda kawasan yang lazimnya bebas banjir. Pada masa kini sebenarnya sudah tersedia metode Segmented Retaining Wall demi mengurangi dampak buruk betonisasi terhadap lingkungan alam yang secara empiris sudah terbukti mandraguna bagi restorasi sungai Cheonggyecheon di Seoul, Korea Selatan.

Permohonan

Berdasar tiga fakta tersebut maka saya memberanikan diri mengajukan sebuah permohonan bukan demi kepentingan diri saya sendiri, namun sepenuhnya demi kepentingan rakyat terutama yang lemah-ekonomi.

Dengan kerendahan hati saya memohon pihak yang berwenang berkenan menatalaksanakan normalisasi sungai DKI Jakarta selaras agenda Pembangunan Berkelanjutan yang telah disepakati para negara anggota PBB termasuk Indonesia sebagai pedoman pembangunan planet bumi abad XXI tanpa mengorbankan alam dan manusia, beserta Undang-Undang Agraria serta sila Kemanusiaan Adil dan Beradab dan Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia.

Atas nama rakyat yang tidak tergusur, saya mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada pihak yang berwenang atas pengejawantahan Normalisasi Berkelanjutan terhadap sungai DKI Jakarta tanpa mengorbankan alam dan rakyat. MERDEKA!  

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajar Kemanusiaan yang prihatin nasib rakyat tergusur atas nama pembangunan

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya