Berita

Foto:Net

Muhammad Najib

Iran

Menanti Balasan Iran

MINGGU, 05 JANUARI 2020 | 05:52 WIB | OLEH: DR. MUHAMMAD NAJIB

KOMANDAN Brigade Al Quds Iran Mayor Genderal Qassem Soleimani dan Jamal Jaafar Ibrahimi yang juga dikenal dengan nama Abu Mahdi Al Mohandis tewas bersamaan dihantam rudal yang dilepas dari drone, saat keduanya baru saja meninggalkan Bandara International Bagdad dalam iring-iringan mobil pada dinihari.

Al Quds merupakan unit elite dalam jajaran Garda Revolusi Iran yang bertugas melakukan operasi di luar negri. Sedangkan Al Mohandis merupakan Wakil Pemimpin milisi Hashed Al Shaabi, yang merupakan organisasi payung dari berbagai milisi Syiah pro Iran yang beroperasi di Irak.

Hashed Al Shaabi dianggap bertanggung-jawab atas dua peristiwa yang menampar wajah Amerika di Irak beberapa hari terakhir: Pertama, serangan dengan menggunakan rudal terhadap pangkalan militer Amerika di Kirkuk. Kedua, deminstrasi warga sipil Irak yang memasuki Kedutaan Amerika di Bagdad, kemudian mengobrak-abrik seluruh isinya.


Amerika dan Israel tidak membantah ketika sejumlah media menuduh dua negara ini sebagai pelaku atas tewasnya dua tokoh penting militer tangguh andalan Iran dalam geopolitik di Timur Tengah.

Lebih dari itu dua negara ini, telah memberikan komentar terbuka dengan narasi kegembiraan dalam nada yang bermusuhan terhadap Iran. Pada saat bersamaan Amerika Dan Israel, meningkatkan kewaspadaan di berbagai posisinya yang rentan jadi sasaran pembalasan militer Iran.

Amerika telah memerintahkan seluruh warga sipilnya untuk meninggalkan Irak, dan meningkatkan kewaspadaan pada basis-basis militernya di kawasan Timur Tengah, khususnya di Irak dan Suriah. Sementara Israel meningkatkan kewaspadaannya di dataran tinggi Golan yang berbatasan dengan Suriah.

Pemerintah Irak di Bagdad telah mengeluarkan kecaman, karena pembunuhan terhadap pejabat resmi sebuah negara dilakukan di wilayahnya. Selain bisa dianggap sebagai bentuk pelecehan martabat sebuah bangsa, juga terkait dengan pelanggaran terhadap teritori sebuah negara.

Lebih dari itu, mayoritas rakyat Irak saat ini merasa kehadiran tentara Amerika tidak diperlukan lagi. Bahkan sebagian tokoh masyarakat menganggapnya sebagai bentuk penjajahan. Karena itu, penguasa di Bagdad yang dipilih melalui pemilu, tentu ingin mengambil hati pemilihnya sekaligus menyuarakan aspirasi rakyatnya.

Di Teheran orang nomor satu Iran Ayatollah Ali Khamenei telah berjanji untuk melakukan balasan. Kapan balasan itu akan dilakukan, dimana, dalam bentuk apa, dan siapa yang menjadi sasaran tidak mudah diprediksi. Yang pasti janji Ali Khamenei selama ini selalu ditunaikannya.

Iran memiliki kemampuan untuk menyerang seluruh basis militer Amerika di kawasan Timur Tengah, juga memiliki kemampuan untuk menyerang seluruh wilayah Israel.

Apakah akan menggunakan pasukannya sendiri, sebagaimana ia lakukan saat membela Suriah dari gempuran Amerika dan Israel, atau menggunakan sekutunya Hizbullah di Lebanon saat menyerang Israel selama ini, atau menggunakan Houthi di Yaman saat menyerang Saudi Arabia, atau menggunakan Hashed Al Shaabi di Irak saat menggempur pangkalan militer Amerika di Kirkuk.

Dilihat dari peta politik mutakhir, maka balasan yang mungkin dilakukan dalam waktu dekat tentu Iran harus memilih antara Amerika atau Israel, dan tidak mungkin menyerang keduanya sekaligus.

Jika Amerika yang dipilih, pertanyaan berikutnya: Apakah tindakan militer Iran dapat memberikan dampak politik? Misalnya, jika salah satu dari pangkalan militer Amerika di Irak yang jadi sasaran, apakah tindakan militer tersebut dapat bermuara pada keputusan politik berupa hengkangnya tentara Amerika dari Irak?

Dengan logika yang sama, jika Israel yang dipilih, maka pertanyaannya: Apakah gempuran militer bisa membuat Israel meninggalkan Golan, sehingga wilayah ini kembali ke pemiliknya yang syah Suriah? Tentu pilihan ini memerlukan kesiapan dan dukungan Damaskus.

Jika target ini dirasa terlalu berat, maka bukan mustahil Iran akan mendorong Hizbullah di Lebanon, dengan target agar Israel mundur dari Lebanon Selatan, khususnya dari lembah subur Sheeba, dataran tinggi Kfarchouba, dan Al Ghajar yang didudukinya selama ini.

Kalaupun Israel tidak bisa dipaksa mundur dari Lebanon Selatan, paling tindakan militer terhadap sasaran Israel di wilayah ini akan meningkatkan posisi tawar Hizbullah sebagai partai politik yang kini memiliki wakil baik di eksekutif maupun legislatif, semakin meningkat.

Selama ini Iran telah membuktikan kedigdayaannya di Suriah dan Yaman, maka tentu ia akan berusaha untuk melakukan hal yang serupa di Irak atau Lebanon. Mari kita tunggu bersama-sama apa yang dilakukakannya dan kapan?

Penulis adalah pengamat politik Islam dan demokrasi.

Populer

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

Kejagung Tetapkan 11 Tersangka Korupsi CPO dan POME Rp 13 Triliun, Ini Daftar Namanya

Selasa, 10 Februari 2026 | 16:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Lima Orang dari Blueray Cargo Ditangkap saat OTT Pejabat Bea Cukai

Kamis, 05 Februari 2026 | 15:41

Koordinator KKN UGM Tak Kenal Jokowi

Rabu, 04 Februari 2026 | 08:36

UPDATE

Kesehatan Jokowi Terus Merosot Akibat Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 11 Februari 2026 | 04:02

Berarti Benar Rakyat Indonesia Mudah Ditipu

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:34

Prabowo-Sjafrie Sjamsoeddin Diterima Partai dan Kelompok Oposisi

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:06

Macet dan Banjir Tak Mungkin Dituntaskan Pramono-Rano Satu Tahun

Rabu, 11 Februari 2026 | 03:00

Board of Peace Berpotensi Ancam Perlindungan HAM

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:36

Dubes Djauhari Oratmangun Resmikan Gerai ke-30.000 Luckin Coffee

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:19

Efisiensi Energi Jadi Fokus Transformasi Operasi Tambang di PPA

Rabu, 11 Februari 2026 | 02:14

Jagokan Prabowo di 2029, Saiful Huda: Politisi cuma Sibuk Cari Muka

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:18

LMK Tegas Kawal RDF Plant Rorotan untuk Jakarta Bersih

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:06

Partai-partai Tak Selera Dukung Prabowo-Gibran Dua Periode

Rabu, 11 Februari 2026 | 01:00

Selengkapnya