Berita

Adlam, Barry Bersaudara/Net

Jaya Suprana

ADLAM

SABTU, 04 JANUARI 2020 | 06:52 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

Dalam  mempelajari apa yang disebut sebagai 'bahasa', saya curiga bahwa apa yang disebut sebagai 'bahasa' pada hakikatnya merupakan kesepakatan antara manusia dengan manusia. Tanpa kesepakatan tidak ada bahasa. Atau sebaliknya juga bisa tanpa bahasa tidak ada kesepakatan.

KESEPAKATAN

Maka saya juga curiga bahwa pada hakikatnya setiap manusia dapat membuat bahasa sendiri berdasar kesepakatan dengan sesama insan manusia.

Kecurigaan saya diabsahkan oleh dua remaja bersaudara Ibrahima Barry dan Abdaulaye Barry yang menjelang akhir abad XX secara gotong-royong berhasil menciptakan sebuah jenis aksara baru untuk menulis bahasa Fulani.

Kecurigaan saya diabsahkan oleh dua remaja bersaudara Ibrahima Barry dan Abdaulaye Barry yang menjelang akhir abad XX secara gotong-royong berhasil menciptakan sebuah jenis aksara baru untuk menulis bahasa Fulani.

Semula Fulani merupakan bahasa lisan sebab hanya digunakan untuk komunikasi antar para penggunanya secara lisan saja. Aksara penemuan Barry bersaudara disebut sebagai ADLAM sebagai akronim dari kalimat bahasa Fulani  “Alkule Dandayde Lenol Mulugol”  yang kira-kira bermakna “aksara yang melindungi masyarakat dari kepunahan“.

KREATIFITAS

Di masa remaja, Ibrahima dan Abdaulaye merisaukan bahwa bahasa Fulani hanya digunakan secara lisan maka dikuatirkan akan punah. Maka mereka berdua menciptakan aksara ADLAM demi memungkinkan bahasa Fulani digunakan untuk komunikasi secara tertulis. Bahkan Barry bersaudara juga menciptakan keyboard aksara ADLAM.

Ternyata mahakarya kreatifitas Barry bersaudara disambut baik oleh masyarakat berbahasa Fulani yang kemudian menular ke masyarakat lain-lainnya sehingga kini aksara ADLAM resmi diajarkan di Guinea, Nigeria, Liberia dan negara-negara berdekatan.

Kemudian aksara ADLAM mendunia di Jaman Now yang juga disebut Jaman Milineal berkat dukungan Google dengan sistem operasional Android dan Chrome. Ada pula aplikasi Android untuk mengirim SMS dengan aksara ADLAM serta juga untuk belajar menggunakan aksara ciptaan dua remaja Guinea tersebut.

Pada para komputer yang menggunakan Microsoft Windows, aksara ADLAM dihadirkan sebagai bagian fitur-penginian Windows 10 version 1903 codenamed 19H1 build 18252. Saya tidak tahu mengenai apakah lembaga pendidikan dan kebudayaan PBB, UNESCO sudah menobatkan aksara ADLAM sebagai warisan kebudayaan dunia. Apabila sudah, syukur alhamdullilah. Apabila belum, UNESCO wajib segera menobatkannya.

KAGUM
Sebenarnya di masa remaja saya pernah iseng membuat bahasa sendiri, namun dengan aksara Latin yang sudah digunakan masyarakat berbahasa Indonesia. Mungkin akibat saya tidak menciptakan aksara baru untuk bahasa buatan saya sendiri itu, di samping juga tidak ada orang lain yang tertarik untuk menggunakannya plus pada masa itu belum ada Google atau Microsoft. Maka serta merta dengan sendirinya bahasa buatan saya sendiri itu layu sebelum berkembang alias musnah ditelan jaman.

Maka saya sungguh merasa kagum (sambil iri) terhadap pasangan bersaudara Ibrahima and Abdualaye yang berhasil menciptakan kemudian mewariskan sebuah jenis aksara baru kepada masyarakat berbahasa Fulina yang bahkan kemudian dirambahkan oleh Google dan Microsoft ke berbagai masyarakat di berbagai pelosok dunia yang sepakat dalam menggunakan aksara ADLAM dalam saling berkomunikasi

Penulis adalah pembelajar peradaban manusia.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya