Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Penerimaan Pajak Jeblok Karena Pemerintahan Jokowi Miskin Data Akurat

KAMIS, 02 JANUARI 2020 | 04:13 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Ekonom senior Dr. Rizal Ramli mengungkap data realisasi penerimaan pajak jelang pergantian tahun. Data yang diungkap sangat mencengangkan.

Hingga Selasa (31/12) sekitar pukul 10.30 WIB, pencapaian realisasi penerimaan pajak baru 83,04 perse, kurang Rp 267 triliun dari target Rp 1.557,5 Triliun.
Merespons informasi defisit penerimaan pajak itu, Ekonom Universitas Indonesia, Athor Subroto menyatakan data angka yang disampaikan oleh Rizal Ramli harus diperhatikan pemerintah.

Meski demikian, Athor menyampaikan jika ada penurunan daya beli masyarakat harus diperjelas di segemen yang mana.

Meski demikian, Athor menyampaikan jika ada penurunan daya beli masyarakat harus diperjelas di segemen yang mana.

"Angka yang diajukan oleh Pak RR (Rizal ramli) ini harus juga diperhatikan, diambil positifnya saja. Memang pendapatan pajak kita agak sulit, tapi kalau dikatakan penurunan daya beli mungkin perlu dikritisi, karena harus lebih detail pada segmen yang mana," kata Athor kepada Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (2/1).

Menurut Athor, Pemerintahan Joko Widodo harus segera menjalankan strategi untuk menggenjot penerimaan pajak. Kata Direktur Sekolah Kajian Stratejik Dan Global UI ini, pemerintah masih kesulitan menggenjot penerimaan pajak karena miskin data yang akurat.

"Untuk strategi memperbesar penerimaan pajak memang benar, penerintah harus lebih kreatif, nah untuk ini pemerintah agak kesulitan karena masih miskin data yang akurat mengenai misalkan saja tentang jumlah perusahaan kecil maupun besar yang seharusnya dikenai pajak dan berapa besarnya pajak yang harus dibayar," tandasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya