Berita

Rhenald Kasali/Net

Bisnis

Penghargaan Jiwasraya Diperdebatkan, Ketua Dewan Juri: Pada Saat Itu Tidak Ada Masalah

SENIN, 30 DESEMBER 2019 | 12:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Hal-hal yang beririsan dengan Jiwasraya tampaknya akan menjadi perhatian selama beberapa waktu ke depan. Seperti halnya sebuah penghargaan Product Development Terbaik yang diberikan kepada PT Jiwasraya (Persero) oleh majalah BUMN Track pada 21 November 2018 lalu.

Penghargaan tersebut menjadi persoalan karena ternyata diberikan sebulan setelah Jiwasraya gagal bayar atau defisit polis senilai Rp 802 miliar untuk nasabah produk JS Saving Plan. Alhasil, objektiivitas penilaian penghargaan tersebut kembali dipertanyakan.

Menanggapi hal ini, gurubesar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali yang merupakan Ketua Dewan Juri BUMN Branding & Marketing Award 2018 memberikan klarifikasinya. Menurutnya, penilaian dewan juri terhadap Jiwasraya pada saat itu tidak bermasalah.


"Dari segi penghargaan tidak ada masalah," ujar Rhenald kepada wartawan, di Jakarta, Senin (30/12).

Rhenald memaparkan, penghargaan tersebut diberikan berdasarkan data laporan keuangan perusahaan plat merah tersebut pada 2017. Di mana sesuai laporan tersebut, Jiwasraya memperoleh untung sebesar Rp 2,4 triliun.

Laporan tersebut pun diakui Rhenald, telah diaudit oleh Kantor Akuntan Publik (KAP).

Dari segi produk, JS Saving Plan, menurut Rhenald tidak memiliki masalah juga karena selain sudah dalam pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), produk asuransi ini pun memiliki return yang baik.

Lebih lanjut, membahas persoalan yang menimpa Jiwasraya, Rhenald mengatakan, masalah yang menimpa Jiwasraya sendiri berpusat pada fraud dalam proses investasi, alih-alih dari segi produk.

"Jadi fraud-nya bukan dari produk, dari sisi investasi," tambahnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Lie Putra Setiawan, Mantan Jaksa KPK Dipercaya Pimpin Kejari Blitar

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:04

Pemangkasan Produksi Batu Bara Tak Boleh Ganggu Pasokan Pembangkit Listrik

Selasa, 13 Januari 2026 | 00:00

Jaksa Agung Mutasi 19 Kajari, Ini Daftarnya

Senin, 12 Januari 2026 | 23:31

RDMP Balikpapan Langkah Taktis Perkuat Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional

Senin, 12 Januari 2026 | 23:23

Eggi Sudjana-Damai Hari Lubis Ajukan Restorative Justice

Senin, 12 Januari 2026 | 23:21

Polri dan TNI Harus Bersih dari Anasir Politik Praktis!

Senin, 12 Januari 2026 | 23:07

Ngerinya Gaya Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 23:00

Wakapolri Tinjau Pembangunan SMA KTB Persiapkan Kader Bangsa

Senin, 12 Januari 2026 | 22:44

Megawati: Kritik ke Pemerintah harus Berbasis Data, Bukan Emosi

Senin, 12 Januari 2026 | 22:20

Warga Malaysia Ramai-Ramai Jadi WN Singapura

Senin, 12 Januari 2026 | 22:08

Selengkapnya