Berita

Christina Koch/Net

Dunia

288 Hari Di Luar Angkasa, Christina Koch Pecahkan Penerbangan Terlama Untuk Wanita

MINGGU, 29 DESEMBER 2019 | 19:22 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Rekor penerbangan luar angkasa tunggal terpanjang atau terlama untuk wanita kembali dipecahkan pada Minggu (29/12). Kali ini rekor tersebut diraih oleh seorang astronot wanita dari Livingston, Montana dengan waktu 288 hari.

Christina Koch. Insinyur listrik berusia 40 tahun ini tiba di Stasiun Luar Angkasa Internasional pada 14 Maret lalu. Koch memecahkan rekor yang sebelumnya diambil oleh Peggy Whitson, mantan komandan stasiun ruang angkasa.

Pasalnya seperti dimuat Stuff, Koch diperkirakan akan menghabiskan total 328 hari atau hampir 11 bulan di stasiun luar angkasa. Artinya, masih ada waktu sekitar 2 bulan bagi Koch sebelum pulang ke Bumi.


Dalam sebuah misi NASA, biasanya astronot akan tinggal di luar angkasa selama 6 bulan. Namun pada April lalu, NASA mengumumkan bahwa misi Koch diperpanjang hingga Februari mendatang.

Misi Koch sendiri diperluas dengan membantu NASA memahami efek dari pesawat luar angkasa. Data tersebut dibutuhkan untuk mendukung misi eksplorasi ruang angkasa ke Bulan dan Mars di masa yang akan datang.

Sebelum memecahkan rekor daya tahan untuk seorang wanita di luar angkasa, Koch sebelumnya telah menetapkan tonggak sejarah lain. Yaitu sebagai bagian dari tim wanita pertama yang melakukan spacewalking pada bulan Oktober. Di mana itu adalah spacewalk keempat bagi Koch.  

Sementara itu, untuk rekor penerbangan luar angkasa terpanjang masih dipegang oleh Scott Kelly pada 2015-2016 dengan 340 hari. Menurut Koch, ia belajar banyak mengenai daya tahan wanita di luar angkasa dari autobiografi Kelly's Endurance yang terbit pada 2017.


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya