Bobby Nasution (kanan)/Net
Bakal calon Walikota Medan dari Partai Golkar, Bobby Afif Nasution mengunjungi sentra oleh-oleh khas Medan, Markisa Noerlan di Jalan Sei Tuan No. 7, Medan, Jumat (27/12).
Dengan ramah, pemilik gerai Markisa Noerlen, Rachmi Novianti menerima Bobby dan mengajak mantu Presiden Joko Widodo tersebut berkeliling ke setiap bagian dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) tersebut.
Sembari berkeliling, Rachmi menjelaskan bagaimana proses berdirinya industri rumahan sirop berbahan dasar markisa yang sudah dikenal oleh wisatawan lokal dan mancanegara tersebut.
Menurut Rachmi, Markisa Noerlen dirintis oleh ibunya yang bernama Noerlen sejak 1985. Kini, Markisa Noerlen tidak hanya menjadi pusat oleh-oleh khas Medan, namun juga pusat edukasi dan pariwisata.
"Saya melanjutkan dan mengembangkan bisnis ini. Pada masa itu markisa berlimpah dan gampang didapat, tidak seperti sekarang. Markisa sulit didapat," ujarnya seperti dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
Selain melanjutkan perjuangan orangtuanya, dengan bisnis Markisa Noerlen, Rachmi juga memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat sekitar. Alhasil, kegigihan ini membuat Markisa Noerlen meraih penghargaan Medan Tourism Award 2017 dengan kategori Pengusaha Pangan Lokal Terbaik.
Dalam kunjungan Bobby, Rachmi berharap ketika Bobby maju menjadi Walikota Medan periode 2020-2025, ia akan menjadikan UMKM sebagai sektor penggerak ekonomi.
"Saya berharap sektor UMKM jangan hanya dijadikan pajangan dan dimanfaatkan dalam jangka pendek semata. Keinginan kami tidak muluk-muluk kok, bukan juga melulu soal bantuan dana, tapi hendaknya dirangkul dan difasilitasi agar produk UMKM di Kota Medan bisa dikenal lebih luas sampai ke luar negeri," harapnya.
Harapan Rachmi Novianti itu kemudian diamini pengusaha travel Quality Journey, Karta dan istrinya Silva. Menurutnya, pembinaan terhadap pengusaha UMKM akan sangat membantu peningkatan kunjungan wisata di Kota Medan.
"Sebenarnya hampir setiap hari ada 30-an bus wisata yang membawa wisatawan asing di Kota Medan ini. Tapi kadang kami kebingungan membawa wisatawan itu berkeliling Kota Medan. Padahal mereka membawa uang untuk dibelanjakan," ujar Karta.
Menanggapi harapan para pengusaha tersebut, Bobby yang juga seorang pengusaha mengaku bangga dengan adanya konsep wisata edukasi yang dikembangkan Markisa Noerlen. Menurutnya, UMKM saat ini memiliki daya tahan tinggi terhadap adanya krisis global.
"Sektor UMKM membantu mempercepat laju pertumbuhan ekonomi suatu daerah karena sektor ini dipengaruhi kewirausahaa (entrepreneurship), yang banyak menyerap tenaga kerja. Satu hal lagi, kita punya sejarah, krisis ekonomi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 sudah cukup menjelaskan bagaimana sektor UMKM bertahan dari hantaman krisis," pungkas Bobby.