Berita

Tim Bank BJB Delta Garage/Net

Olahraga

Merasa Dicurangi Promotor, Tim Bank BJB Delta Garage Siap Tempuh Jalur Hukum

KAMIS, 26 DESEMBER 2019 | 23:39 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Langkah hukum bakal ditempuh tim balap Bank BJB Delta Garage berkenaan dengan hasil kejuaraan Honda Jazz Speed Challenge (HJSC) 2019 kelas master yang berakhir awal Desember lalu.

Manajer tim Bank BJB Delta Garage, Ali Redha menjelaskan, langkah tersebut akan ditujukan kepada promotor penyelenggara HJSC lantaran tak kunjung menganulir kemenangan dari pembalap Tim Banteng Sport, yakni Zharfan Rahmadi.

Seharusnya, gelar juara diberikan kepada pembalap dari tim Bank BJB Delta Garage, Avan Abdullah.


"Tunggu 2-3 hari ke depan ya janji promotor memberi angin surga, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian dan cenderung mengulur-ulur waktu. Reyno Romein selaku lawyer tim kami menyimpulkan bahwa alasan demi alasan itu sekadar buying time dan kita akan mengambil langkah hukum secara pidana," kata Ali kepada wartawan, Kamis (26/12).

Ali menjelaskan, pembalapnya sudah dalam posisi leading poin sebelum berlangsungnya pertandingan final. Avan juga berpotensi menjadi kandidat kuat juara dengan menyelesaikan 1 balapan penentuan.

Namun satu jam jelang final kelas Master HJSC, tiba-tiba Avan Abdullah dipanggil oleh Manejer Event HJSC Anondo Eko dan race direction HJSC, Anthony Sarwono.

"Ini maksudnya apa? Kok seenak udel main ubah putusan dan poin yang telah diumumkan? Bahkan kami melihat itu sekaligus sebagai teror untuk pembalap kami yang tengah bersiap melakukan start," jelasnya.

Peluang juara tersebut juga berkenaan dengan hukuman pengurangan 25 poin yang dijatuhkan pihak HJSC kepada Zharfan. Hukuman lainnya yakni larangan tampil di event yang digelar dan disponsori PT Honda Prospect Motor musim depan.

"Dengan demikian, seharusnya Avan naik jadi juara 1 di seri 6 tersebut, sekaligus memimpin klasemen HJSC dengan leading 8 poin di atas Zharfan. Satu kaki Avan juga sudah menginjak podium juara," jelas Ali.

Ia pun menilai tindakan semena-mena promotor bukan hanya kepada pembalapnya, melainkan kepada pembalap lain, seperti Fino Saksono dan Moh Arief dengan pelaku insiden yang sama.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya