Berita

Said Didu/Net

Politik

Pemerintah Ogah Ikut Campur Kasus Uighur, Said Didu: Beda Dengan Zaman Pak Harto

RABU, 25 DESEMBER 2019 | 13:38 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Sikap apatis pemerintahan Joko Widodo-Maruf Amin terhadap kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia yang menimpa etnis minoritas Uighur di Xinjiang, China terus memancing kritik.

Bahkan, sikap 'diam' pemerintahan Jokowi-Maruf dinilai berbeda dengan era Presiden Soeharto.

"Jelas bedanya. Saat umat Islam Bosnia menghadapi masalah, Pak Harto (Soeharto) dengan gigih membantu perjuangan mereka," kata mantan Sekertaris BUMN Said Didu dalam cuitan di Twitter pribadinya, Rabu (25/12).


Kini, lanjut Said, pemerintahan Jokowi-Maruf terkesan menyalahkan masyarakat yang membela etnis Uighur dan Rohingya di Myanmar, yang jelas-jelas mengalami penindasan dari pemerintah setempat.

"Saat umat Islam Rohingya di Myanmar dan umat Islam Uighur hadapi masalah, pemerintah kita justru terkesan menyalahkan rakyatnya yang membela mereka," demikian Said.

Sebelumnya, Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko menegaskan Indonesia tidak akan ikut campur soal dugaan penindasan yang dialami etnis Uighur di Xinjiang.

Menurut Moeldoko, itu urusan dalam negeri negara China. Dan sikap pemerintah Indonesia telah sesuai dengan prinsip standar hubungan internasional.

"Saya pikir sudah dalam standar internasional bahwa kita tidak memasuki urusan luar negeri masing-masing negara," katanya di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (23/12).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya