Berita

Ilustrasi/Net

Jaya Suprana

Selamat Hari Natal

SELASA, 24 DESEMBER 2019 | 23:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

MENJELANG akhir abad XIX pada tahun 1896, pujangga Amerika Serikat, Henry van Dyke menulis sebuah novel berjudul “Orang Majus Ke Empat” yang merupakan Kisah Hari Natal terindah yang pernah saya baca.

Bethlehem

Artaban adalah seorang Raja Persia yang arif bahwa seorang bayi yang akan menjadi juruselamat dunia dilahirkan di Bethlehem. Artaban meninggalkan takhta kerajaannya serta membawa batu-batu mulia untuk dipersembahkan kepada sang bayi di Bethlehem.


Di awal perjalanan ketika berada di tengah padang pasir, Artaban melihat sesosok manusia tergeletak dengan luka-luka parah akibat dirampok perompak-gurun. Artaban menunda perjalanan ke Bethlehem demi menolong dan merawat sang korban perampokan padang pasir. Setelah sang korban perampokan sembuh dari luka-lukanya, maka Artaban melanjutkan perjalanan setelah menyerahkan segenggam batu-batu mulia sebagai bekal kepada sang korban perampokan yang telah kehilangan seluruh harta-bendanya.

Setiba di Bethlehem, alih-alih berhasil menjumpai bayi Jesus Kristus yang telah dibawa oleh Maria dan Josef mengungsi ke Mesir, Artaban malah berjumpa dengan para serdadu yang diutus raja Herodes untuk membunuh semua bayi lelaki yang baru saja dilahirkan. Seorang ibu dengan menggendong bayi lelaki lari menghampiri Artaban memohon perlindungan dari seorang serdadu yang mau membunuh sang bayi tak berdosa. Artaban memberikan segenggam batu mulia kepada sang serdadu demi membatalkan pembunuhan terhadap sang bayi.

Setelah sang serdadu pergi, Artaban melanjutkan perjalanan mencari Jesus Kristus ke Mesir. Dalam perjalanan ke Mesir, Artaban singgah di sebuah desa kumuh yang dihuni para penderita penyakit kusta. Demi membantu para warga membangun desa kumuh mereka, Artaban memutuskan untuk sementara tinggal di desa kumuh tersebut. Tak terasa, selama tiga puluh tahun Artaban terlibat dalam pembangunan desa tersebut.

Jerusalem

Tiga puluh tahun kemudian pada suatu hari menjelang perayaan Paskah, tersiar berita bahwa Jesus Kristus akan datang ke kota Jerusalem. Maka Artaban bergegas ke Jerusalem sambil membawa sisa-sisa batu permata yang dibawa dari Persia untuk dipersembahkan kepada Jesus Kristus. Setiba di Jerusalem, Jesus Kristus sudah ditangkap, diadili dan divonis hukuman mati di tiang salib oleh para pembenci Jesus Kristus.

Dalam perjalanan ke bukit Golgotha, mendadak terdengar suara jeritan perempuan di suatu lorong di suatu sudut Via Dolorosa. Ternyata seorang perempuan Yahudi akan diperkosa seorang serdadu Romawi, maka Artaban memohon sang serdadu membatalkan angkara murkanya dengan memberikan batu permata terakhir yang tersisa berupa sebuah safir biru luar biasa mahal.

Akibat menolong perempuan nahas tersebut, Artaban terlambat tiba di bukit Golgotha di mana Jesus Kristus sudah wafat di tiang salib. Artaban yang sudah lanjut usia langsung lemah-lunglai maka terjungkal jatuh akibat putus asa merasa gagal menjumpai Jesus Kristus. Mendadak sesosok cahaya terang-benderang menghampiri Artaban sambil bertanya kepada Artaban kenapa berduka. Artaban lirih berbisik bahwa dia berduka sebab merasa hidupnya sia-sia belaka akibat gagal berjumpa dengan Jesus Kristus.

Sang cahaya bersabda bahwa sebenarnya Artaban telah empat kali berjumpa dengan Jesus Kristus, yaitu ketika menolong korban perampokan di padang pasir, menolong ibu dan anak dari pembantaian serdadu Herodes di Bethlehem, mendukung masyarakat penderita kusta membangun desa kumuh dan menyelamatkan perempuan Yahudi dari perkosaan serdadu Romawi di lorong Via Dolorosa.

Sang cahaya bersabda “ Hai Artaban, ketahuilah bahwa mereka semua itu adalah Aku yang senantiasa hadir pada saat kau persembahkan Kasih-Sayang kepada sesama manusia”. Selamat Hari Natal.

Penulis adalah Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya