Berita

APPSI saat meninjau pasar tradisional/Ist

Nusantara

Pasar Tunjungan Terbengkalai, APPSI Minta Tri Rismaharini Perhatikan Pedagang

SELASA, 24 DESEMBER 2019 | 00:53 WIB | LAPORAN: DARMANSYAH

Terbengkalai serta buruknya penataan sejumlah pasar di wilayah Surabaya, Jawa Timur kini dikeluhkan para pedagang. Mereka merasa diabaikan pemerintah, walau telah lama membangun usaha dan melunaskan kewajiban kepada pengelola pasar.

Keluhan tersebut menjadi topik utama dalam pertemuan antara Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Pusat, APPSI Jatim, anggota Dewan Kota Surabaya dengan beberapa anggota DPRD Surabaya di Pasar Tunjungan, Surabaya, Minggu (22/12).

Dalam pertemuan yang turut dihadiri oleh Ketua Umum APPSI, Ferry Juliantono serta Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Toni, para pedagang meminta agar Pemkot Surabaya dapat lebih memperhatikan pasar tradisional.


"Ada beberapa masalah yang dirasakan pedagang saat ini, seperti pasar Tunjungan yang sudah lama terbengkalai sampai dengan masalah kebijakan retribusi yang dirasakan tidak adil bagi pedagang," kata Ferry dalam keterangannya, Senin (23/12).

Berbeda dengan Pasar Tunjungan, Pasar Gunung Anyar dalam kondisi yang baik. Oleh karena itu, Pasar Gunung Anyar harus dijadikan sebagai pasar percontohan.

"Pasar Tunjungan ini sudah terlalu lama terbengkalai, sementara pedagang tetap dimintai retribusi," imbuh Ferry.

Oleh karena itu, APPSI meminta agar Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini dapat segera membenahi Pasar Tunjungan layaknya Pasar Gunung Anyar.

"Sebaiknya Bu Walikota segera urus Pasar Tunjungan ini, kami siap membantu baik untuk renovasi maupun pengelolaanya," ungkap Ferry.

Hal serupa juga disampaikan oleh Wakil Ketua DPRD Surabaya, AH Toni yang berharap Pemkot Surabaya dapat memprioritaskan revitalisasi pasar tradisional.

"Keberadaan pasar tradisional sangat penting bagi masyarakat, pasar menjadi pusat ekonomi rakyat yang harus terus dikembangkan. Karena itu, penataan pasar tradisional sangat penting," jelas AH Toni.

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Harta Friderica Widyasari Pejabat Pengganti Ketua OJK Ditanding Suami Ibarat Langit dan Bumi

Senin, 02 Februari 2026 | 13:47

Direktur P2 Ditjen Bea Cukai Rizal Bantah Ada Setoran ke Atasan

Jumat, 06 Februari 2026 | 03:49

KPK: Warganet Berperan Ungkap Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil di LN

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:34

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Nasabah Laporkan Perusahaan Asuransi ke OJK

Kamis, 05 Februari 2026 | 16:40

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

UPDATE

OTT Tak Berarti Apa-apa Jika KPK Tak Bernyali Usut Jokowi

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:17

Efektivitas Kredit Usaha Rakyat

Minggu, 08 Februari 2026 | 06:00

Jokowi Tak Pernah Berniat Mengabdi untuk Bangsa dan Negara

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:51

Integrasi Transportasi Dikebut Menuju Jakarta Bebas Macet

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:25

Lebih Dekat pada Dugaan Palsu daripada Asli

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:18

PSI Diperkirakan Bertahan Jadi Partai Gurem

Minggu, 08 Februari 2026 | 05:10

Dari Wakil Tuhan ke Tikus Got Gorong-gorong

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:24

Pertemuan Kapolri dan Presiden Tak Bahas Reshuffle

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:21

Amien Rais Tantang Prabowo Copot Kapolri Listyo

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:10

PDIP Rawat Warisan Ideologis Fatmawati

Minggu, 08 Februari 2026 | 04:07

Selengkapnya