Berita

Said Didu/Net

Politik

2018 Hanya Ada Persiapan Pilpres, Jiwasraya Diduga Rugi Gara-gara Dirampok

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 13:30 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kondisi perusahaan asuransi milik pemerintah, Jiwasraya terbilang mengagetkan. Pasalnya, secara tiba-tiba perusahaan plat merah itu mengumumkan tidak akan sanggup membayar polis nasabah produk JS Saving Plan yang mencapai Rp 12,4 triliun dan jatuh tempo mulai Oktober hingga Desember 2019.

Jaksa Agung  ST Burhanudin bahkan menyebut ada kerugian yang dialami Jiwasraya mencapai lebih dari Rp 13,7 triliun.

Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Muhammad Said Didu mengaku heran dengan kondisi Jiwasraya. Dia pun mengeluarkan tiga hipotesa tentang sebuah perusahaan yang sedang untung dan tiba-tiba anjlok.


“Pertama karena pimpinan jadi gila, kedua ada tsunami ekonomi, dan ketiga ada perampokan,” urainya dalam sebuah video berjudul “MSD Ungkap Modus Perampokan Di Jiwasraya,” yang diterima, Senin (23/12).

Dia menjelaskan bahwa di tahun 2005, Jiwasraya memang pernah mengalami kerugian sebesar Rp 6 triliun. Kerugian itu disebabkan karena dampak dari krisis 1998. Namun perusahaan itu segera bangkit dan mencatatkan laba di tahun 2009.

“Bahkan jadi asuransi terbaik bukan hanya di Indonesia, tahun 2015, 2016 keuntungan 2 T,” tuturnya.

Sedang pada tahun 2017, Jiwasraya sempat mencatat untuk Rp 2,3 triliun sebelum akhirnya dikoreksi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi Rp 400 miliar.

“2018, terjadi kerugian puluhan triliun,” ujar Said Didu terheran-heran.

Dia heran lantara di tahun itu tidak ada gejolak ekonomi yang besar. Di satu sisi, direksi Jiwasraya juga tidak menjadi gila karena di tahun yang sama ada direktur yang diangkat menjabat ke Kantor Staf Presiden (KSP).

“(Tahun 2018) tidak terjadi apapun, kecuali persiapan pilpres.Jadi ini kemungkinan yang ketiga, terjadi perampokan di Jiwasraya,” tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya