Berita

ILustrasi, Muslim Uighur/Net

Politik

Pengamat: Pandangan Terhadap Uighur Bisa Memicu Gerakan Terorisme Global

SENIN, 23 DESEMBER 2019 | 07:01 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Kasus dugaan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) terhadap Muslim Uighur menimbulkan berbagai reaksi dari negara-negara dan tokoh-tokoh Islam.

Setelah cuitan dari gelandang Arsenal, Mesut Ozil, yang turut mendukung muslim Uighur dan mengecam tindakan China, ulama terkemuka asal Malaysia, Mohd Asri Zainul Abidin (Dr. Maza) pun ikut berkomentar menyerukan agar negara-negara muslim memboikot produk China.

Sebelumnya, Amerika Serikat kerap kali menyuarakan isu ini di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Parlemen AS bahkan telah menyetujui sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) yang berisi sanksi kepada pejabat China yang terbukti bertanggung jawab atas pelanggaran HAM di Xinjiang.


Namun, diungkapkan oleh peneliti ilmu hubungan internasional Mohamad Rosyidin, sulit bagi kekuatan asing, bahkan sekelas AS, untuk bisa memengaruhi kebijakan China.

"Saya pesimis China mau tunduk sama tekanan asing. China sekarang di atas angin. Secara ekonomi, China terlalu perkasa. Jadi kalau ada aksi boikot, dan lain-lain, menurut saya kecil efeknya," paparnya.

Sementara dengan reaksi yang ada terhadap kasus Uighur, dosen Universitas Diponegoro ini justru mengkhawatiran dampak yang terjadi di mana kemungkinan akan memicu gerakan terorisme global.

Jika berkaca pada sejarah, hal tersebut bukan tidak mungkin. Karena, dulu munculnya teroris seperti Al Qaeda, dipicu oleh kebijakan Barat yang mendukung Israel untuk membantai muslim Palestina.

"Tidak menutup kemungkinan nanti terorisme muncul untuk membalas dendam kepada China karena dianggap menindas saudara muslim mereka," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya