Berita

Hinca Pandjaitan/Net

Politik

Andi Arief Dituding Ahli Tuduh, Sekjen Demokrat: Santai Saja Mas Hasto

MINGGU, 22 DESEMBER 2019 | 06:18 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Keputusan Wakil Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan pindah partai dari Demokrat ke PDI Perjuangan menimbulkan ketegangan di antara kedua partai.

Ketegangan bermula usai Hengky memutuskan pindah. Tak lama setelah itu, politisi Partai Demokrat Andi Arief menyampaikan selamat dalam akun Twitter pribadi. Dalam memberi ucapan selamat, Andi Arief mengungkit sebuah janji politisi PDIP kepada Hengky.

Janji yang dimaksud, Rieke Diah Pitaloka mengiming-imingi Hengky untuk pindah agar bisa menjabat sebagai bupati secepatnya.


“Karena bupati saat ini dari Nasdem bermasalah dan kejaksaan bisa membantu," tulis Andi Arief, Sabtu (21/12).

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto merespon. Dia memastikan PDIP tidak pernah memberi jalan pintas bagi siapapun kader untuk mendapat kekuasaan. Baginya, apa yang diucap Andi Arief sebatas tuduhan tidak berdasar lantaran PDIP tidak punya tradisi membajak kader partai lain dengan iming-iming janji.

“Kami sebagai partai yang lebih memilih mendorong kader internal kami, karena kami tidak punya tradisi membajak kader partai lain untuk kepentingan kekuasaan. Biasa kalau Pak Andi Arief kan ahli menuduh," sambungnya,” kata Hasto kepada wartawan di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat.

Pernyataan ini pun langsung disambar oleh Sekjen Demokrat Hinca Pandjaitan. Dia meminta Hasto tetap santai dalam menanggapi loncatan Hengky. Terpenting, sambung Hinca, PDIP menjaga dengan baik artis sinetron itu agar tidak lagi pindah partai.

“Santai saja Mas Hasto. Tak apa saudara Hengky berlabuh ke rumah teman-teman PDIP. Silakan dijaga, agar kelak tak berpindah pijak lagi,” ujarnya di akun Twitter menanggapi tanggapan Hasto.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Belajar dari Hanson, Sritex dan Duta Palma: Korporasi Terseret Korupsi Tak Harus Ikut Mati

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:05

Tiba-tiba Ramai Bicara Adab

Kamis, 18 Juni 2026 | 06:00

Manuver Sony Sonjaya Pengaruhi Opini Publik

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:38

Satpam Didorong Jadi Garda Terdepan Pelayanan dan Keamanan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:32

Inggris Kalahkan Kroasia Lewat Drama Enam Gol

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:21

Pesan Khusus Kiai Suyuti Toha untuk Bangsa dan Negara

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:07

1945-1950: Kota Pengungsi, Kota Ketakutan

Kamis, 18 Juni 2026 | 05:02

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

Membaca Tomy Winata: Ketika Modal, Negara, dan Kekuasaan Belajar Bertahan

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:14

Kelompok Oposisi Cari Celah Bangun Narasi Pemerintah Tidak Kompeten

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:02

Selengkapnya