Berita

Peneliti PUSDAK, Muhtar Said/RMOL

Politik

Pimpinan Baru Dilantik, KPK Harus Berani Usut Enggartiasto Lukita

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 18:04 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023 telah resmi dilantik pada Jum'at (20/12). Banyak kalangan meragukan kinerja komisioner KPK yang baru karena ketua KPK terpilih, Komjen Firli Bahuri dinilai sarat kontroversi dan mendapat penolakan dari wadah pegawai lembaga antirasuah.

Peneliti dari Pusat Pendidikan dan Anti Korupsi (PUSDAK), Muhtar Said mengatakan bahwa komisioner KPK baru mempunya beberapa pekerjaan rumah yang harus segera dijalankan.

Menurut Said, pimpinan KPK harus berorientasi pada pencegahan. Metode yang tepat digunakan adalah berbasis partisipatif.  


"Maksudnya pencegahannya berbasis masyarakat, maka KPK harus mampu membumikan metode pencegahan," kata Said kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (21/12).

Lebih lanjut Said menjelaskan pimpinan baru harus mampu menjawab keraguan publik dengan berani menangani berbagai kasus besar yang sampai saat ini belum terungkap secara menyeluruh.

Said mencontohkan kasus dimusnahkannya  20 ribu ton beras impor senilai Rp 160 miliar yang yang diduga melibatkan mantan Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita.

Selain itu kasus mega skandal dana Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) dan berbagai kasus besar yang hingga saat ini masih mandeg.

"Kasus kasus besar yang terkait langsung dengan masyarakat miskin, kasus pembakaran beras (Menteri Enggartisto Lukita)," ulas Said.

Pimpinan KPK, kata Said harus mampu bersinergi dengan Dewan Pengawas. Sesuai Undang-undang KPK yang baru, kinerja pimpinan bisa berjalan dengan maksimal jika seizin dari Dewan Pengawas.

"Harus mampu bersinergi dengan Dewan Pengawas, karena mau tidak mau kinerja mereka bisa terlaksana dengan baik jika seizin Dewan Pengawas, contohnya izin penyadapan," pungkas Said.


Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya