Berita

Foto:Net

Publika

China Penipu

SABTU, 21 DESEMBER 2019 | 13:08 WIB

DELEGASI ormas Islam yang diundang Pemerintah China ke Xinjiang "menengok" kamp konsentrasi masyarakat Uighur dibawa ke gambar kehidupan yang baik dan nyaman. Namun kemudiannya diketahui itu adalah rekayasa Pemerintah Komunis China.

Komentar bagus keluar setelah kepulangan delegasi ke tanah air. Sebagian di antaranya mungkin diberi "bekal" agar ceritra yang muncul konstruktif. Kesimpulannya China dalam kasus Uighur memang menipu.

Kasus delegasi ormas Indonesia, mungkin juga terjadi serupa dengan delegasi lain dari negara negara timur tengah. Akibatnya muncul sinyalemen keheranan mengapa dunia Islam "bungkam" terhadap nasib saudaranya yang terzalimi. Delegasi-delegasi yang tertipu oleh layar kamp konsentrasi yang diubah menjadi lembaga pendidikan vokasi.


Negara komunis China lazim bertipu daya. Jangankan kepada masyarakat lain, kepada rakyat Tiongkoknya pun dilakukan.

Ada diberitakan polisi yang membasahi punggung rekan polisinya kemudian disorot kamera dan diberitakan betapa "tak mengenal lelahnya" sang polisi Tiongkok itu sampai berkeringat punggungnya.

Ada pula polisi di tengah kucuran salju sedang menuangkan termos air hangat ke cangkir yang diberikan kepada sopir truk berwarna merah. Sementara kameramen memberi aba-aba di seberangnya. Petugas lain mengucurkan salju. Palsu dan pencitraan. Rakyat Tiongkok pun mulai mengejek model  propaganda ajaran Mao Ze Dong tersebut.

Negara komunis China lazim bermain di arena pemalsuan dan penipuan. Ajarannya pun palsu dengan ideologi yang mengada-ada. Moralitas dikesampingkan.

Tapi dengan pemaksaan, pencitraan, dan pembiayaan maka ideologi dan gaya hidup komunisme ini bisa diikuti dan dipaparkan kemana mana. Indonesia sangat berpengalaman dan merasakan.

Kembali ke propaganda palsu "kamp re-edukasi" yang hakekatnya adalah "kamp konsentrasi" untuk membasmi muslim Uighur, maka telah banyak komunitas tertipu oleh pencitraan dengan dukungan uang suap ala China ini. Memuji-muji dan membersihkan seolah tak terjadi pelanggaran HAM.

Belajar dari sini rakyat dan umat Islam Indonesia harus senantiasa waspada pada penipuan China, pencitraan palsu, pemerasan dan pelembagaan budaya "bribery" dari si tukang sogok. Proyek proyek penjajahan yang kotor dalam proses perijinan, perlakuan pada pribumi, bahkan mungkin penyewaan "centeng centeng" aparat.

Proyek OBOR China adalah proyek hegemoni kekaisaran China.

Harga diri bangsa dipertaruhkan dalam berhadapan dengan China penipu..!

M. Rizal Fadillah
Penulis adalah pemerhati politik.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Langkah Prabowo Masukkan Budaya LGBTQ Ancaman Nonmiliter Patut Didukung

Minggu, 05 Juli 2026 | 08:18

Kenduri Cinta Tantang Jokowi Dialog Terbuka soal Ijazah

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:31

Program Kopdes Tak Boleh Abaikan Prinsip HAM

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:19

Wacana Dua Periode Anyep Bikin Relawan Beralih Dukung Gibran Maju Capres

Minggu, 05 Juli 2026 | 07:05

Anomali Gembok Rp1 Juta Ditjenpas

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:53

JPU Kasus Ijazah Jokowi Bikin Takut Narasumber Hadiri Diskusi di Televisi

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:46

Burung Bicara Sebelas Kata

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:34

Eropa dalam Perang Salib Pertama (1096-1099)

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:27

Penalti Mbappe Bawa Les Bleus ke Perempat Final

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:21

Keuntungan BUMN Jadi Energi Baru Pembangunan

Minggu, 05 Juli 2026 | 06:06

Selengkapnya