Berita

Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Kemlu Teuku Faizasyah/RMOL

Politik

Kemlu: Indonesia Serius Tanggapi Kasus Muslim Uighur

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 21:41 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Menjadi negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia membuat peran Indonesia ditunggu-tunggu dalam hal penyelesaikan konflik yang berhubungan dengan umat Islam. Salah satunya kasus yang menimpa etnis Uighur di Xinjiang, China yang didominasi oleh umat muslim.

Beberapa hari terakhir, pandangan dunia terhadap peran Indonesia dalam kasus Muslim Uighur menjadi negatif dengan munculnya sebuah artikel yang dimuat The Wall Street Journal yang menyatakan ormas-ormas Islam di Indonesia telah dibungkam dengan bantuan/donasi dari China.

Tak ayal, ormas-ormas Islam di Indonesia geram. Mereka dengan tegas menyanggah tuduhan tersebut dan meminta pemerintah untuk lebih bersikap tegas mengenai peran Indonesia dalam kasus Muslim Uighur.


Saat ini, polemik semakin berkembang dengan adanya anggapan bahwa pemerintah, dalam hal ini salah satu yang memiliki kewenangan adalah Kementerian Luar Negeri dinilai kurang memiliki tindakan yang signifikan atau bahkan seakan-akan memaklumi kasus tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Pelaksana Tugas (Plt) Jurubicara Kemlu Teuku Faizasyah menyanggah hal tersebut. Sekali lagi, ia menegaskan, pemerintah Indonesia selalu mencari peluang untuk berperan dalam perdamaian di Xinjiang.

"Memaklumi? Siapa yang bicara?" tanya Teuku yang menunjukkan sanggahannya.

Seperti yang sudah disampaikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi di Madrid seusai bertemu dengan Menteri Luar Negeri China Wang Yi, lanjutnya, Menlu Retno meminta kembali perkembangan di Xinjiang dan penjelasan kondisi di sana.

"Jadi memang pendekatan yang dilakukan Indonesia itu secara bilateral melalui komunikasi, meminta penjelasan. Jadi sudah dilakukan dan ditanyakan kembali," tambahnya seraya mengatakan dengan melakukan komunikasi untuk mendapatkan informasi terkini dari waktu ke waktu, hal tersebut telah menjawab keseriusan pemerintah.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

BKSAP DPR Dukung Menlu Arrmanatha Perkuat Diplomasi Bebas Aktif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:26

Korea Utara Uji Coba Rudal Berteknologi AI, Terbang Sejauh 1.000 Km

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:10

Kuota Internet Kok Masih Hangus? Ini Penjelasan Komdigi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 14:01

Banggar DPR Tekankan Disiplin Fiskal di Tengah Belanja Negara Rp4.106 Triliun

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:53

RUU Migas Ditargetkan Rampung 22 Oktober, DPR Ingatkan Pembahasan Harus Cermat

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:13

Kemenko PM Dorong Kolaborasi Dunia Usaha untuk Pertumbuhan Ekonomi Inklusif

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:09

Rangkap Jabatan Bahlil Harus Dimaksimalkan untuk Selaraskan Kebijakan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 13:05

KPK Ungkap Ada Setoran dari Kantah ke Tingkat Pusat ATR/BPN

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:36

Sequis Life Digugat Rp1,27 Miliar ke PN Jakarta Selatan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:28

AS Usir Dua Delegasi Iran Setelah Sidang Umum PBB

Minggu, 04 Oktober 2026 | 12:17

Selengkapnya