Berita

Waketum KNPI, SUgiat Santoso/Net

Politik

KNPI: Ekspor Benih Lobster Akan Selamatkan Nelayan Pembudidaya Lobster

JUMAT, 20 DESEMBER 2019 | 05:22 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Langkah yang diambil Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo melakukan ekspor benih lobster justru akan meningkatkan devisa negara dan bakal menyejahterakan masyarakat.

Begitu kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sugiat Santoso dalam keterangannya di Jakarta, Kamis malam (20/12).

"Langkah Menteri Edhy terkait ekspor benih dan lobster adalah murni untuk menyelamatkan hajat hidup nelayan yang menggantungkan hidupnya dari budidaya lobster," kata Sugiat.


Ia mengurai, sejak 2016 lalu para nelayan budidaya lobster terpaksa harus 'gigit jari' akibat dikeluarkannya Peraturan Menteri (Permen) nomor 56 tentang Larangan Penangkapan Benih Lobster. Menurut Sugiat, nelayan ditekan agar tidak lagi melakukan budidaya lobster seiring adanya Permen tersebut.

"Disatu sisi nelayan tidak bisa menjual lobster ke luar karena aturan, tapi disisi lain, penyelundupan lobster marak terjadi dan terus berlangsung. Itu sama halnya dengan kita memiskinkan nelayan kita! Namun memelihara mafia," tegasnya.

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pernah menaksir kerugian negara akibat dampak penyelundupan lobster. Nyatanya, hingga ratusan miliar yang justru merugikan nelayan dalam hal ini rakyat.

"Itu yang ketahuan, dan pasti lah yang tidak ketahuan itu jumlahnya jauh lebih besar?" ungkap Sugiat.

Menurut Sugiat, itikad baik dari Menteri Edhy ialah mengkaji apa yang sebenarnya menjadi harapan nelayan dapat berdaya saing dan bangkit kembali. Adalah dengan tetap menjaga benih lobster.

"Artinya, benih lobster adalah kekayaan alam harus bisa dirasakan manfaatnya oleh rakyat dalam hal ini nelayan," katanya.

Sugiat meyakini, Menteri Edhy tidak mungkin gegabah dalam mengeluarkan kebijakan dalam rangka meningkatkan perekonomian nelayan. Terlebih, Edhy tidak punya bisnis lobster, dan tidak pula memiliki bisnis transportasi pengangkut lobster.

"Dia (Edhy) mengeluarkan kebijakan demi kemakmuran nelayan," demikian Sugiat.


Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya