Berita

Presiden AS, Donald Trump/Net

Politik

Pemakzulan Trump Akan Tersandung Di Keputusan Senat AS

KAMIS, 19 DESEMBER 2019 | 19:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dimakzulkannya Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump oleh Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Rabu (18/12) waktu setempat diyakini akan menemui jalan terjal.

Pasalnya, pemakzulan Trump yang diinisiasi oleh gerbong oposisi dari partai Demokrat tersebut harus melalui persetujuan Senat yang dikuasai partai Republik.

"Proses pemakzulan Trump masih akan dibahas di Senat. Sedangkan kekuatan politiknya (Senat) dikuasai Partai Republik, partainya Trump. Itu artinya pemakzulan Trump tak akan terjadi," tutur Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL di Jakarta, Kamis (19/12).


Lebih lanjut, dosen ilmu sosial dan ilmu politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini menilai upaya pemakzulan Trump sulit lantaran Senat ynag diisi oleh Republik itu loyal dan sulit membelot dari Trump.

"Susah (dimakzulkan). Trump tetap didukung mayoritas Senat yang dikuasai Partai Republik," demikian Adi.

Trump dimakzulkan oleh DPR AS atas dua dakwaan. Pertama, dugaan penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi. Kedua, dugaan upaya menghalang-halangi Kongres AS mencari keadilan.

Keputusan itu diambil setelah mayoritas anggota DPR setuju untuk melengserkan Trump. Voting digelar di Gedung Capitol, Washington DC diikuti oleh 435 anggota DPR AS.

Dalam voting dakwaan pertama, sebanyak 230 suara menyetujui dakwaan penyalahgunaan kekuasaan terhadap Trump. Sedang yang menolak dakwaan hanya 197 suara dan 1 anggota abstain. Sementara untuk dakwaan kedua, sebanyak 229 suara mendukung dan 198 suara menolak.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya