Berita

Ketua DPP Nasdem, Irma Chaniago/RMOL

Politik

Jika UU Baru Terbukti Lemahkan KPK, Nasdem Paling Depan Desak Revisi Lagi

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 23:29 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Partai Nasdem akan meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan bagi Komisoner KPK yang digawangi Komjen Pol Firly Bahuri Cs untuk menunjukkan kinerjanya dengan UU 19/2019 tentang KPK yang baru.

Jika dikemudian hari tidak sesuai dengan cita-cita pemberantantasan korupsi atau bahkan melemahkan lembaga antirasuah, Nasdem menghendaki UU KPK yang baru itu perlu dilakukan revisi lagi.

Demikian disampaikan Ketua DPP Partai NasDem, Irma Suryani Chaniago kepada wartawan di kawasan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (18/12).


"Kita biarkan mereka bekerja, kita beri waktu satu tahun misalnya. Kalau terjadi kontraporduktif dari revisi ini, maka kita akan minta lakukan revisi," kata Irma.

Irma menegaskan, pihaknya tidak perlu menunggu waktu lama untuk mendorong revisi UU KPK yang baru itu ke parlemen, jika komisioner KPK melenceng dari tugas-tugasnya.

"Terkait klausul-klausul mana saja yang ternyata melemahkan KPK. Yang Ternyata klausul itu tidak membuat KPK lebih baik. Kita bisa minta ke pemerintah atau ke parlemen untuk melakukan revisi," tegasnya.

Atas dasar itu, Nasdem meminta semua pihak untuk memberikan kesempatan terhadap pimpinan KPK periode 2019-2023 yang sudah terpilih. Mereka antara lain Komjen Firli Bahuri, Nawawi Pomolango, Lili Pintauli Siregar, Nurul Ghufron, dan Alexander Marwata.

"Kita biarkan mereka bekerja," tandasnya.

Firli Cs sedianya akan dilantik sebagai pimpinan KPK pada 21 Desember mendatang. Pelantikan tersebut juga secara bersamaan di umumkannya Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Andre Rosiade Sambangi Bareskrim Polri Usai Nenek Penolak Tambang Ilegal Dipukuli

Senin, 12 Januari 2026 | 14:15

Cuaca Ekstrem Masih Akan Melanda Jakarta

Senin, 12 Januari 2026 | 14:10

Bitcoin Melambung, Tembus 92.000 Dolar AS

Senin, 12 Januari 2026 | 14:08

Sertifikat Tanah Gratis bagi Korban Bencana Bukti Kehadiran Negara

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

KPK Panggil 10 Saksi Kasus OTT Bupati Lampung Tengah Ardito Wijaya

Senin, 12 Januari 2026 | 14:03

Prabowo Terharu dan Bangga Resmikan 166 Sekolah Rakyat di Banjarbaru

Senin, 12 Januari 2026 | 13:52

Kasus Kuota Haji, Komisi VIII Minta KPK Transparan dan Profesional

Senin, 12 Januari 2026 | 13:40

KPK Periksa Pengurus PWNU DKI Jakarta Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji

Senin, 12 Januari 2026 | 13:12

Prabowo Tinjau Sekolah Rakyat Banjarbaru, Ada Fasilitas Smartboard hingga Laptop Persiswa

Senin, 12 Januari 2026 | 13:10

Air Naik hingga Sepinggang, Warga Aspol Pondok Karya Dievakuasi Polisi

Senin, 12 Januari 2026 | 13:04

Selengkapnya