Berita

Wiranto/Net

Politik

Wiranto Desak OSO Mundur Karena Langgar 3 Poin Pakta Integritas

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 14:58 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pendiri Partai Hanura Wiranto meminta Oesman Sapta alias OSO untuk mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum Partai Hanura.

Pasalnya, Wiranto menyebutkan hasil Musyawarah Nasional (Munas) III Hanura tahun 2019 yang mengaklamasi OSO sebagai Ketum Hanura periode 2020-2025, telah melanggar pakta integritas atau kesepakatan yang telah dibuat.

Wiranto membeberkan, kesepakatan yang mereka berdua buat terjadi di Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Hanura tahun 2016.


Saat itu, Wiranto mengaku terpaksa mundur lantaran telah ditunjuk Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) menggantikan Luhut B. Pandjaitan, pada pertengahan tahun 2016.

"Nah, disini muncul kesadaran saya, bagaimana mungkin saya sebagai Menko Polhukam merangkap sebagai ketum parpol, sementara Menko Polhukam mesti bertugas menstabilkan politik keamanan nasional," kata Wiranto saat jumpa pers, di Hotel Atlet Century Park, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/12).

Karena dasar itu, Wiranto akhirnya mengagendakan pemilihan Ketum Hanura dalam desain Munaslub Bambu Apus.

Dalam Munaslub itu, Wiranto berujar telah melakukan agenda seting agar OSO bisa mendapatkan kursi 01 Hanura. Alhasil, OSO didapuk menjadi ketum hingga Pemilu 2019.

Akan tetapi, lanjut menyatakan, dirinya bukan tidak tanpa catatan memberikan jabatannya kepada OSO. Jenderal era Orba itu meminta OSO menandatangani pakta integritas yang di dalamnya terdapat tiga poin perjanjian.

Pertama, OSO hanya berwenang sebagai Ketum Hanura hingga tahun 2019 saja. Kedua, peran, fungsi dan kewenangan ketum partai tidak diberikan ke OSO, melainkan diberikan kepada Ketua Dewan Pembina yang dijabat oleh Wiranto.

Ketiga, menjaga soliditas partai dan AD/ART, serta meningkatkan suara partai, dan mengajukan 36 orang kader yang berkualitas untuk maju di Pemilihan Legislatif 2019.

"Kalau sampai itu tidak didapati maka Saudara OSO secara tulus akan mengundurkan diri sebagai Ketua Umum Partai Hanura," sebut Wiranto.

"Kemudian komitmen itu dituangkan dalam pakta integritas. Ada dasarnya secara formal yang dikukuhkan dalam pakta integritas," tambahnya.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya