Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Kelirumologi Kebencian

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 07:16 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

PADA sisa masa hidup yang dari hari ke hari makin mendekati masa akhir, saya berupaya mempelajari apa yang disebut sebagai kemanusiaan.

Perasaan

Setelah jatuh-bangun dan babak-belur menempuh perjalanan panjang demi mempelajari kemanusiaan, akhirnya saya menemukan dua jenis perasaan manusia yang berdasar kesimpulan Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan merupakan dua perasaan yang paling utama bagi umat manusia.


Yang satu adalah perasaan teraib dan yang satu lagi adalah perasaan termulia. Perasaan teraib adalah kebencian sementara perasaan termulia adalah kasih-sayang.

Kebencian hadir pada berbagai perasaan bersifat negatif-destruktif seperti arogansi, curiga, dengki, penghinaan, pelecehan, hujat, dusta, fitnah dan sejenisnya.

Secara kelirumologis dapat disimpulkan bahwa kebencian adalah suatu jenis perasaan yang paling keliru.

Kasih Sayang

Setelah gagal dalam menemukan Tuhan pada perihal bersifat kebendaan akhirnya saya berhasil tersadarkan bahwa pada hakikatnya Tuhan justru senantiasa hadir pada saat kasih-sayang dipersembahkan oleh sesama manusia kepada sesama manusia.

Sementara kebencian menghadirkan peperangan maka kasih-sayang menghadirkan perdamaian. Make Love Not War!

Dapat dikatakan bahwa kasih sayang adalah pemadam kobaran api kebakaran yang dinyalakan oleh kebencian. Sementara kebencian merusak kebahagiaan maka kasih-sayang menghadirkan kebahagiaan bagi insan yang memberi mau pun yang menerima kasih-sayang.

Sifat destruktif kebencian berlawanan dengan sifat konstruktif kasih-sayang konstruktif. Pembangunan yang dilaksanakan dengan kebencian terhadap rakyat membuahkan hasil negatif bagi kesejahteraan rakyat selaras asas Keadilan Sosial Untuk Sebagian Rakyat Indonesia.

Pembangunan yang dilaksanakan dengan sentuhan rasa kasih-sayang membuahkan hasil positif bagi kesejahteraan rakyat selaras asas Keadilan Sosial Untuk Seluruh Rakyat Indonesia yang melengkapi asas Kemanusiaan Adil dan Beradab

Mahkota Peradaban

Berdasar kesimpulan bahwa kebencian adalah jenis perasaan paling keliru,  dapat lanjut disimpulkan bahwa jenis perasaan yang paling benar demi mewujudkan kemanusiaan sebagai mahkota peradaban dengan sendirinya pasti bukan kebencian namun kasih-sayang.

Peradaban berada pada titik puncak paling mulia pada saat manusia tulus mempersembahkan kasih-sayang dilengkapi mubadalah pengertian, penghormatan dan penghargaan sesama manusia kepada sesama manusia seperti yang dilakukan oleh para pejuang kemanusiaan.

Peradaban berada pada titik nadir paling rendah pada saat manusia mengejawantahkan angkara murka kebencian menjadi wujud kekerasan batiniah mau pun lahiriah oleh sesama manusia terhadap sesama manusia seperti yang dilakukan oleh para teroris serta para pemberhala kebencian lain-lainnya.

Penulis adalah pendiri Pusat Studi Kelirumologi dan Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya