Berita

Gibran Rakabuming Raka bersama Jokowi/Net

Politik

Pengamat: Parpol Diminta Berhenti Bangun Opini Pembenaran Gibran Maju Pilkada Solo

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 05:15 WIB | LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA

Anak pertama Presiden Joko Widodo semakin pasti makin mencalonkan dirinya sebagai calon walikota SOlo, Jawa Tengah. Partai-partai berbondong-bondong memberikan dukungan politiknya terhadap rencana pemilih usaha martabak Markobar itu.

Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID), Jajat Nurjaman menyatakan, partai politik yang telah memberikan dukungan kepada Gibran dalam Pilkada Solo telah membangun opini sesat karena seolah itu bukan merupakan bagian dari oligarki.

Menurut Jajat, meskipun secara sistem ini merupakan pemilihan langsung, namun peran dari Jokowi sebagai bapak dan juga Presiden tidak mungkin dilepaskan baik secara langsung ataupun tidak.


"Mendompleng nama besar untuk menarik popularitas dalam politik kita merupakan hal yang biasa, namun cara politik AJS (Asal Jokowi Senang) yang ditunjukan oleh parpol saat ini sangat memprihatinkan, di satu sisi selalu membahas tentang bagaimana demokrasi seharusnya tapi di sisi lain parpol pendukung pemerintah ini seperti tersandera akibat koalisi ditingkat pusat," tutur Jajat.

Jajat menambahkan, secara aturan tidak ada larangan bagi parpol untuk mengusung anak atau mantu presiden dalam pilkada.

Secara etika, tegas Jajat, pilihan politik Anak Sulung Jokowi itu keliru, terlebih yang diandalkan hanya mendompleng nama besar keluarga tanpa mempertimbangankan poin penting yaitu kapasitas dan kafabilitasnya dalam memimpin.

"Jika demokrasi kita ingin berjalan sehat sebaiknya partai politik tidak perlu ikut-ikutan membangun opini pembenaran yang hanya bertujuan untuk menyenangkan Jokowi. Saya kira poin pentingnya adalah apakah partai siap bertanggung jawab jika calon yang diusungnya kelak tidak sesuai ekspektasi dalam memimpin, apalagi dasar yang dibangun hanya sebatas mengandalkan nama besar di belakangnya," tutup Jajat.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

UPDATE

Gol Dramatis Lautaro Martínez Bawa Argentina ke Final

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:20

KPK Watch Dorong DPR Percepat Bahas RUU Perampasan Aset

Kamis, 16 Juli 2026 | 04:03

Klaster Asabri-Jiwasraya dari Suap, Gratifikasi, hingga Pencucian Uang

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:30

Pecat Jaksa Agung ST Burhanuddin!

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:08

Pemilu 2029 Inkonstitusional Jika UU Pemilu Tak Direvisi

Kamis, 16 Juli 2026 | 03:04

Gus Miftah Terima Uang Haram Rp100 Juta? Ah, Jangan Bercanda

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:40

Fahira Idris: Ancaman Bom Bukan Candaan!

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:08

Kasus Febrie Adriansyah Berpeluang Antiklimaks

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Dominasi Agrinas di KDKMP Membahayakan Desa

Kamis, 16 Juli 2026 | 02:00

Kejagung Bikin Dagelan Kasus Febrie Adriansyah

Kamis, 16 Juli 2026 | 01:18

Selengkapnya