Berita

Ubedillah Badrun/RMOL

Politik

Masa Bulan Madu Jokowi-Maruf Amin, Ekonomi Indonesia Gagal

RABU, 18 DESEMBER 2019 | 00:23 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Layaknya pasangan pengantin baru, Presiden Joko Widodo dan wakilnya Maruf Amin seharusnya sedang menikmati masa bulan madu.

Keduanya yang dilantik Oktober lalu sewajarnya sedang menjalani masa-masa paling indah dan bergairah.  Namun hal itu ternyata hanya menjadi khayalan belaka.

Pasalnya, dalam tiga bulan ini hal yang diharapkan justru yang datang adalah kebalikannya. Ada banyak kegaduhan dan perekonomian juga semakin memburuk.


Demikian analisa yang disampaikan oleh Direktur Eksekutif Center for Social Political Economic and Law Studies (CESPELS), Ubedilah Badrun.

Kegaduhan tersebut di antaranya soal Menteri Agama, lalu skandal BUMN,  dan ekonomi yang terus memburuk karena neraca perdagangan justru defisit.

"Dalam perspektif ekonomi politik pemerintahan yang baru dilantik biasanya selama tiga bulan mendapat insentif lebih dukungan publik yang luas dan ekspektasi publik yang positif karena gairah ekonomi naik," ujar Ubedilah kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/12).

"Semestinya energinya yang hadir adalah positif sehingga bisa mendongkrak kondisi ekonomi negara secara umum," sambungnya.

Berdasarkan analisa di atas, Ubedilah menyimpulkan hal tersebut terjadi karena data memang menunjukan kondisi perekonomian yang memburuk.

"Neraca perdagangan Indonesia pada November 2019 negatif. Neraca dagang tercatat rugi atau tekor 1,33 miliar dolar AS. Angka tersebut berasal dari ekspor November 2019 sebesar 14,01 miliar dolar AS dan impor sebesar 15,34 miliar dolar AS," jelasnya.

Dengan total nilai impor 15,34 miliar dolar AS, maka dibandingkan Oktober 2019 impor naik 3,94 persen. Peningkatan impor terjadi baik di komoditas migas maupun non migas.

"Keadaan seperti inilah yang membuat Jokowi mulai emosional," imbuhnya.

Ubedilah menyatakan, masa bulan madu pemerintahan baru ini telah gagal dimanfaatkan sebagai momentum pemulihan ekonomi nasional.

"Kedepan situasi ini bisa jadi makin memburuk jika Jokowi tidak hati-hati masih menggunakan pola lama sekedar sibuk bertahan dari gempuran ekonomi global. Minus inisiatif," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Masuk Tahap Pembuktian, Denny Indrayana Minta MK Panggil Gibran

Senin, 28 September 2026 | 18:16

Bukan Sekadar Parlemen, MPR Penjaga Konstitusi dan Kebangsaan

Senin, 28 September 2026 | 18:09

Dari 49 Tahun, Antrean Faktual Haji Kini Jadi 14 Tahun

Senin, 28 September 2026 | 17:44

Prabowo Perintahkan Audit Forensik Tata Kelola Keuangan Haji

Senin, 28 September 2026 | 17:38

Warga Ngadu ke DPR Gegara Kasus Dugaan Mafia Tanah Disetop

Senin, 28 September 2026 | 17:33

Mengenal Megathrust, 14 Segmen Sumber Gempa di Indonesia dan Potensi Magnitudonya

Senin, 28 September 2026 | 17:25

Dirjenpas Janji Bongkar 13 Bangunan Lapas Cibinong

Senin, 28 September 2026 | 17:16

Apa Itu Fenomena Blue Fire di Gunung Papandayan? Ini Penjelasan Ahli

Senin, 28 September 2026 | 17:08

Kesaktian Silfester Mulai Berkurang

Senin, 28 September 2026 | 17:05

Harga BBM Pertamina 28 September 2026, Pertalite hingga Pertamax Masih Segini

Senin, 28 September 2026 | 16:59

Selengkapnya