Berita

Pervez Musharraf/Net

Dunia

Diangap Berkhianat, Mantan Presiden Pakistan Divonis Mati

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 18:08 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Pengadilan khusus di Pakistan menjatuhkan hukuman mati kepada mantan Presiden dan Kepala Staf Militer Pakistan, Pervez Musharraf dengan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi dan pelanggaran konstitusi.

"Pervez Musharraf dinyatakan bersalah atas Pasal 6 karena melanggar konstitusi Pakistan," ujar pejabat pemerintah, Salman Nadeem kepada Reuters, Selasa (17/12).

Saat ini Musharraf yang tengah berada di pengasingan di Dubai masih belum dapat dihubungi. Namun, ia selalu tegas membantah tuduhan pelanggaran konstitusi tersebut.


Adapun tuduhan tersebut merujuk pada keadaan darurat yang ia berlakukan pada 3 November 2007. Krisis tersebut dipicu Maret 2007 ketika ia berusaha menjatuhkan Iftikar Muhammad Chaudhry dari jabatannya sebagai Ketua Mahkamah Agung. Tindakan Musharraf ini pun dianggap ilegal dan memicu protes besar.

Dengan memberlakukan keadaan darurat, ia dianggap berkhianat dengan menangguhkan konstitusi dan menahan para pemimpin politik dan hakim senior. Persidangan Musharraf sendiri dimulai pada 2014.

Musharraf yang lahir pada 1943 di kota tua New Delhi merupakan seorang anak diplomat. Ia mengambil alih kekuasaan dalam kudeta militer pada 1999 dan menjadi presiden pada 20 Juni 2001.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Harga Emas Antam Hari Ini Kembali Pecah Rekor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:12

Kritik Pandji Tak Perlu Berujung Saling Lapor

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:05

AHY Gaungkan Persatuan Nasional di Perayaan Natal Demokrat

Selasa, 13 Januari 2026 | 10:02

Iran Effect Terus Dongkrak Harga Minyak

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:59

IHSG Dibuka Menguat, Rupiah Melemah ke Rp16.872 per Dolar AS

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:42

KBRI Beijing Ajak WNI Pererat Solidaritas di Perayaan Nataru

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:38

Belajar dari Sejarah, Pilkada via DPRD Rawan Picu Konflik Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:31

Perlu Tindakan Tegas atas Konten Porno di Grok dan WhatsApp

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:30

Konflik Terbuka Powell dan Trump: Independensi The Fed dalam Ancaman

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:19

OTT Pegawai Pajak Momentum Perkuat Integritas Aparatur

Selasa, 13 Januari 2026 | 09:16

Selengkapnya