Berita

Yusril Ihza Mahendra/Net

Politik

Yusril Ogah Jadi Dewas, Pengamat: Presiden Jokowi Seenaknya Susupi Ketum Parpol Di KPK

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 12:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Advokat senior sekaligus Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Prof. Yusril Ihza Mahendra yang menolak tawaran Presiden Joko Widodo menjadi Dewan Pengawas (Dewas) KPK justru menyelamatkan citra Jokowi yang terkesan pro terhadap pemberantasan korupsi.

Sebab, Jokowi telah berupaya menempatkan seorang politisi di institusi KPK.

Begitu kata Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) Ujang Komarudin saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (17/12).


"Sepertinya begitu, Yusril selamatkan Jokowi. Karena dia (Yusril) tahu, dia ketua partai, tidak bagus ada di Dewas. Jokowi juga yang sudah seenaknya menyimpan ketum parpol jadi Dewas KPK," kata Ujang.

Menurut Ujang, jika Yusril menjadi Dewas KPK, dia pun akan mendapat kritik dari masyarakat lantaran bersedia menjadi Dewas dengan jabatannya yang menyandang status ketum parpol. Belum lagi pernah menjadi kuasa hukum Jokowi pada Pilpres 2019.

Karena itu, Ujang menilai langkah dan sikap Yusril sudah tepat menolak tawaran Presiden Jokowi tersebut.

"Yusril menolak karena dia paham dan tahu diri. Sebagai ketum partai, tak bagus jadi Dewas KPK. Nanti apa kata dunia?" tutur pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia ini.

Bahkan, lanjut Ujang, tidak menutup kemungkinan jika Yusril menerima tawaran Jokowi dan menjadi Dewas KPK, ketua umum parpol lain pun akan berlomba-lomba mendapatkan jabatan tersebut.

"Kalau ketum partai menyambi jadi Dewas KPK, nanti akan jadi preseden buruk bagi pemberantasan korupsi. Nanti ketum-ketum partai lain juga mau," tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya