Berita

Kuil Buddhisme di Tuva/Net

Jaya Suprana

Tuva

SELASA, 17 DESEMBER 2019 | 07:13 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

DALAM hal toleransi terhadap umat beragama, tampaknya Vladimir Putin lebih beradab ketimbang Xi Jinping dan Donald Trump.

Sementara Trump menderita Islamofobia sehingga memusuhi umat Islam dan Xi mendirikan kamp “re-edukasi” bagi umat Islam di Uighur ternyata Putin justru merangkul umat Islam di segenap pelosok Rusia masa kini.

Bukan cuma terhadap umat Islam dan Nasrani, Putin juga ramah terhadap masyarakat Buddha yang hidup di dalam wilayah Rusia.


Agustus 2007, Vladimir Putin bersama Pangeran Albert dari Monako berwisata alam memancing di sungai Yenesei dan danau Tere-Khol serta berwisata budaya menyaksikan pergelaran konser Khoomei di Tuva.

Buddha

Secara geografis, Tuva bertetangga dengan Mongolia maka memiliki kebudayaan mirip dengan Mongolia termasuk dalam hal mayoritas penduduk adalah umat Buddha. 62 persen warga Tuva menganut Buddhisme, 8 persen Shamanisme, 2,5 persen Nasrani dan sisanya mengaku tidak beragama.

Di masa rezim Uni Soviet yang fundamentalis komunis, masyarakat Tuva yang religus memiliki hubungan kurang baik dengan pemerintah pusat di Moskow.

Setelah Uni Sowyet runtuh, secara lambat namun pasti hubungan Tuva dengan Moskow membaik. Terutama pada masa kepemerintahan Vladimir Putin yang toleran terhadap umat beragama, hubungan Tuva-Moskow makin mesra.

Menteri Pertahanan Rusia, Sergei Shoigu adalah warga pribumi Tuva. Putin memromosikan Tuva sebagai destinasi wisata alam dan budaya utama Rusia dengan menampilkan dirinya sendiri sebagai tokoh promosi yang de facto berulang kali berlibur ke Tuva.

Bahkan dengan sebuah kapal selam mini, Putin sempat menjelajahi dasar danau Baikal di Tuva

Peradaban


Promosi Putin terhadap Tuva bukan sekedar propaganda politik belaka sebab pegunungan, danau, stepa dan padang pasir Tuva memang indah tiada duanya di Rusia.

Di Tuva, para wisatawan pemerhati peradaban dapat mengunjungi kuil-kuil Buddhisme mau pun praktek keagamaan penganut Shamanisme yang diduga berasal dari Turki.

Di Tuva, para wisatawan dapat bermalam di Yurt, tenda tradisional Mongolia seperti yang dihuni Jengis Khan, menyaksikan pergelaran musik tenggorok Khoomei, gulat tradisional Khuresh serta proses pembuatan pahatan dengan batu agalmatolit.

Kemesraan Putin dengan Tuva merupakan bukti peradaban yang menegaskan bahwa perbedaan agama sama sekali bukan alasan untuk saling membenci sebab pada hakikatnya semua agama justru mempersembahkan ajaran kasih-sayang kepada umat manusia.

Penulis adalah pembelajar kebudayaan dan peradaban dunia

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Periksa Sejumlah Pejabat BPK di Kasus Suap Audit Pemkab Muara Enim

Senin, 14 September 2026 | 14:27

Pembukaan Rekening Massal Bikin Fiskal Pemerintah Makin Tertekan

Senin, 14 September 2026 | 14:26

Menteri Haji Minta Jemaah Bersiap, Biaya Haji Ditargetkan Tuntas Sepekan

Senin, 14 September 2026 | 14:16

Pembunuh Wanita Muda di Kamar Hotel di Tanah Abang Dibekuk

Senin, 14 September 2026 | 14:12

Megaproyek Northern Metropolis Ambisi Hong Kong Cetak Pusat Ekonomi Baru

Senin, 14 September 2026 | 14:09

Dolar AS Jadi Aset Paling Aman Setahun ke Depan

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mantan Aspri Ridwan Kamil Dipanggil KPK

Senin, 14 September 2026 | 14:01

Mobil Listrik China Mulai Jadi Favorit, JAECOO dan BYD Adu Penjualan

Senin, 14 September 2026 | 13:56

Kemenhaj Kawal Keberangkatan 282 Jemaah Umrah PT AAT Mulai 15 September

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Kenaikan Harga Cabai Tak Picu Inflasi di Jakarta

Senin, 14 September 2026 | 13:48

Selengkapnya