Berita

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji mendukung perjuangan Libya/Net

Dunia

Erdogan Deklarasikan Dukungan Militer Penuh Untuk Libya

SENIN, 16 DESEMBER 2019 | 13:02 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Presiden Recep Tayyip Erdogan menyatakan Turki siap memberikan dukungan militer untuk Libya. Termasuk akan mengirim pasukannya ke Tripoli jika memang dibutuhkan.

"Kami akan melindungi hak-hak Libya dan Turki di Mediterania Timur. Kami lebih dari siap untuk memberikan dukungan apa pun yang diperlukan untuk Libya," ujar Erdogan pada Minggu (15/12) dalam siaran A Haber TV seperti yang dimuat Reuters.

Lebih lanjut, Erdogan mengatakan Khalifa Haftar yang merupakan pemimpin Tentara Nasional Libya (LNA) di Libya timur bukanlah pemimpin yang sah dan berdiri di atas struktur yang ilegal.


Deklarasi dukungan ini disampaikan oleh Erdogan setelah Turki dan Libya melakukan kesepakatan perjanjian keamanan dan menandatangani sebuah memorandum mengenai batas-batas laut di Mediterania. Di mana menurut Yunani, yang juga sebagai claimant state, hal tersebut telah melanggar hukum internasional.

Selain itu, pernyataan tersebut juga dikeluarkan Erdogan setelah melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Libya (yang diakui sendiri) Fayez al-Sarraj di Istanbul, Turki.

Saat ini, perjanjian maritim tersebut telah dikirim ke PBB. Sebagai gantinya Turki akan memberikan dukungan militer bagi negara di Afrika Utara tersebut. Mengingat pada Kamis lalu (12/12), Haftar mendesak pasukannya untuk maju ke Tripoli dan untuk melakukan "pertempuran terakhir".

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya