Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Publika

Lucu Kalau Pak Jokowi Kesal

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 10:24 WIB

PAK Jokowi sangat kesal melihat impor migas dan baja yang besar, sehingga mengganggu produk lokal. Lalu meminta BKPM dan Menteri Kemaritiman dan Investasi untuk memperhatikan bawahi kekesalan ini.

Lucu kelihatannya dan seperti main-main karena impor itu bukan dengan sendirinya datang, tapi akibat kebijakan pemerintah juga. Jika kran ditutup pasti impor tak ada atau sekurang-kurangnya mengecil.

Sebagai contoh banjirnya impor baja sebab utamanya adalah "peraturan". Menurut catatan Asosiasi Besi Baja Indonesia (IISIA) justru Permendag 110 tahun 2018 tentang ketentuan impor besi baja, baja paduan, dan produk turunannya yang menghapuskan pertimbangan teknis sebelum impor baja adalah penyebab. Akibatnya impor sangat mudah dan tidak ada sistem kontrol izin impor.


Begitu juga pengalihan pos tarif baja karbon (HS Code) menjadi paduan. Baja paduan impor dari Cina justru sangat murah karena mendapat keunggulan tax rebate atau insentif. Negara pemasok khususnya Cina terhindar dari bea masuk anti dumping 20 persen. Akibatnya, baja membanjiri negeri ini.

Impor migas meningkat terus sehingga defisit neraca perdagangan sektor migas di Januari hingga Mei 2019 mencapai 3,74 miliar dolar AS. Menteri ESDM Ignatius Jonan dan Menteri BUMN waktu itu Rini Soemarni disemprot Presiden. Jokowi kesal.
 
Menurut Wamen ESDM Arcandra,  impor disebabkan adanya peningkatan kebutuhan BBM untuk angkutan jalan tol. Nah lucu karena Presiden justru sedang gencar gencarnya membangun infrastruktur jalan tol.

Belum lagi soal 20 ribu ton beras yang busuk dan "terbuang" akibat jor-joran impor beras oleh Mendag. Hanya belum terberitakan teguran jokowi kepada Enggartiasto Lukita.

Sebaliknya, Jokowi mendukung impor meski sebenarnya beras itu surplus. Konyolnya Enggar berargumen RI bisa chaos jika tidak impor beras.

Jadi kesal Jokowi sebenarnya kembali kesal pada dirinya sendiri yang gara-gara kebijakannya menyebabkan impor menjadi tinggi.

Publik melihat hanya retorika politik saja jika kini pidato Presiden diisi dengan teriakan "stop impor !". Apalagi dengan nada dan ekspresi kesal. Lucu memang.

Pemimpin seharusnya jujur dan tidak berpura pura. Atau memang memandang segalanya "bukan urusan saya"?

M Rizal Fadillah
Pemerhati politik


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya