Berita

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo/Net

Politik

Di Hadapan Milenial, Bamsoet Sebut Perlu Fulus Untuk Dapat Jabatan

MINGGU, 15 DESEMBER 2019 | 01:52 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Biaya politik yang tinggi menjadi satu penyebab suburnya praktik korupsi di Indonesia. Karena itu, jangan harap korupsi akan hilang jika cost politik masih mahal.

Begitu ditegaskan Ketua MPR RI Bambang Soesatyo alias Bamsoet saat mengisi diskusi "Yakin Demokrasi Sampai" di acara Milenial Fest di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).

"Saya yakin korupsi tidak akan bisa hilang kalau biaya politik tetap tinggi. Untuk jadi gubernur, walikota, bupati, kalau pakai sistem sekarang ini (pemilihan langsung) jangan harap kita bisa berantas korupsi. Karena untuk memperoleh jabatan-jabatan itu diperlukan fulus," tuturnya.


Bamsoet menilai, untuk mewujudkan negara yang bebas dari praktik korupsi, sistem pemilihan harus diubah. Karena itu, ia mengajak generasi milenial untuk keluar dari kemelut penyakit korupsi.

"Mau keluar nggak? Ubah sistem politik kita, kembalikan ke Parlemen. Ayo siapa yang bisa jawab? Ada ide nggak? Karena sistem politik yang kita pilih, sistem demokrasi yang kita putuskan hari ini adalah sistem Pemilu langsung dan perlukan biaya tinggi," tegas Bamsoet.  

Ia pun mencontohkan tingginya biaya politik dalam Pilkada di DKI Jakarta. Menurutnya, dana hingga ratusan miliar bahkan triliunan dibutuhkan untuk bisa menduduki kursi nomor 1 DKI Jakarta.

"Untuk jadi calon saja, belum tentu jadi, itu sudah diperlukan puluhan miliar. Untuk Gubernur DKI mungkin kemarin yang terpilih, sebelum yang sekarang ini hampir capai Rp 1 triliun, itupun gagal," kata dia.

"Nah itu tantangan kita semua. Kita miliki landasan filosofis sila keempat, tapi nggak pernah masuk dan mau berani lagi membahas itu," tandas Bamsoet.

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

UPDATE

Fakta Sidang Blueray Cargo: Kode BC1 Mengarah ke Djaka Budi Utama

Senin, 15 Juni 2026 | 18:15

Anak Buah Bahlil Irit Bicara Usai 7 Jam Diperiksa KPK

Senin, 15 Juni 2026 | 18:08

KPU Patok Anggaran Rp4,6 Triliun di Tahapan Awal Pemilu 2029

Senin, 15 Juni 2026 | 17:59

IHSG-Rupiah Menguat Sore Ini Usai AS-Iran Sepakat Damai

Senin, 15 Juni 2026 | 17:47

Demo Mahasiswa Ucapkan Selamat Atas Kegagalan Prabowo-Gibran

Senin, 15 Juni 2026 | 17:46

Wapres Gibran Terima Perwakilan Mahasiswa di Tengah Unjuk Rasa

Senin, 15 Juni 2026 | 17:23

Sifra Kejar Cita-cita di Sekolah Rakyat Demi Bantu Orang Tua Disabilitas

Senin, 15 Juni 2026 | 17:19

Demi Kepercayaan Masyarakat, Mahasiswa UBK Desak MBG Dihentikan

Senin, 15 Juni 2026 | 17:06

Komisi II DPR: KPU dan Bawaslu akan Tetap Eksis di 2027

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

DPR Minta Kejagung Tingkatkan Anggaran Perkara untuk Kejati dan Kejari

Senin, 15 Juni 2026 | 16:47

Selengkapnya