Berita

Sudarto dan Arsul Sani saat menghadiri Mukernas PPP Muktamar Pondok Gede/RMOL

Politik

Bawa-Bawa Jabatan Sekjen, PPP Muktamar Jakarta Akan Polisikan Sudarto

SABTU, 14 DESEMBER 2019 | 22:47 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kubu PPP Muktamar Jakarta (MJ) memuat bantahan yang menegaskan Sudarto bukan lagi Sekjen dan tidak mewakili PPP MJ yang hadir dalam Mukernas PPP di Pondok Gede.

Bantahan tersebut disampaikan Ketua DPP PPP Muktamar Jakarta, Ibnu Hajar Dewantoro sebagai jawaban atas pemberitaan yang menyebut kehadiran Sudarto mewakili Sekjen PPP Muktamar Jakarta.

Menurut Ibnu Hajar, Sudarto sudah dipecat sebagai Sekjen PPP MJ sesuai dengan surat DPP No 1667/PEMB/DPP/XI/2019 per tanggal 18 November 2019 lantaran Sudarto sudah mengajukan surat pengunduran diri ke DPP PPP tertanggal 25 Juli 2018.


Selanjutnya, kata Ibnu Hajar, sesuai hasil Keputusan Mukernas III DPP PPP pada tanggal 15-16 November 2018, DPP melepas pengurus yang mencalonkan diri sebagai Anggota Legislatif (DPR RI/DPRD) maupun DPD RI pada Pemilu 2019.

"Atas dasar itu, maka saudara Sudarto sudah tidak lagi menjadi anggota PPP Muktamar Jakarta periode 2014-2019 dan tidak berhak menyandang jabatan Sekretaris Jendral DPP PPP Muktamar Jakarta," terang Ibnu dilansir Kantor Berita RMOLBanten, Sabtu (14/12).

Berkenaan dengan kehadiran Sudarto di Mukernas, DPP PPP MJ menolak keras dan keberatan terhadap klaim islah yang dinyatakan pihak PPP Muktamar Pondok Gede.

"Alasannya karena kehadiran saudara Sudarto yang mengaku masih sebagai Sekjen DPP PPP MJ. Padahal saudara Sudarto tidak berhak mewakili DPP PPP MJ maupun PPP MJ secara keseluruhan," ujarnya.

Atas tindakannya itu, PPP Muktamar Jakarta dengan Ketua Umum Humphrey Djemat akan melaporkan Sudarto ke pihak kepolisian lantaran memberikan keterangan palsu.

"Sudarto mengaku seolah dia sebagai Sekjen DPP PPP MJ dan mewakili kepentingan PPP MJ. Kami juga peringatkan semua pihak agar tidak menyuarakan berita palsu tersebut untuk menghindari tuntutan hukum dari kami," demikian Ibnu Hajar.

Sebelumnya, Ketum PPP Muktamar Jakarta, Humphrey Djemat berharap islah PPP tak diciderai dengan hal-hal yang tak terpuji.

"Semoga penyatuan PPP tidak dikotori dengan cara-cara mengklaim sesuatu yang jelas tidak ada dasarnya. Ini menunjukkan adanya rasa ketakutan luar biasa terhadap penyatuan PPP, ini artinya ingin menghancurkan PPP," demikian Humphrey.

Populer

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

UPDATE

Harga Emas Dunia Terkoreksi Saat Ultimatum Trump Dekati Tenggat

Senin, 06 April 2026 | 08:19

Krisis Global Memanas, Industri Air Minum Tercekik Lonjakan Harga Kemasan

Senin, 06 April 2026 | 08:06

Sektor Bisnis Arab Saudi Terpukul, Pertama Kalinya dalam 6 Tahun

Senin, 06 April 2026 | 08:00

Trump Ancam Ciptakan Neraka untuk Iran jika Selat Hormuz Tak Dibuka

Senin, 06 April 2026 | 07:48

AS Berhasil Selamatkan Pilot Jet Tempur F-15 di Pegunungan Iran

Senin, 06 April 2026 | 07:36

Strategi WFH di Berbagai Negara Demi Efisiensi Energi

Senin, 06 April 2026 | 07:21

Cadangan Pangan Pemerintah Capai Level Tertinggi, Aman hingga Tahun Depan

Senin, 06 April 2026 | 07:06

Daya Kritis PBNU ke Pemerintah Makin Melempem

Senin, 06 April 2026 | 06:32

Amerika Negara dengan Ideologi Kapitalisme Menindas

Senin, 06 April 2026 | 06:12

Isu Pemakzulan Prabowo Belum Padam Total

Senin, 06 April 2026 | 06:07

Selengkapnya