Berita

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan/Net

Publika

Tim Gubernur Yang Okay

KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 14:36 WIB | OLEH: ZENG WEI JIAN

"OPOSISI sangat keras pada TGUPP," kata Anies Baswedan.

Istilah "Oposisi" merupakan eufemisme dari "Haters". Anies Baswedan memang santun. Halus pekertinya.

Haters mengusung slogan "Gaji Besar, Fasilitas Oke, Target Secuil" dalam rangka mendiskreditkan TGUPP. Target utamanya ya down-grading Anies Baswedan.


Seperti kasus Trump, dendam membawa haters pada khayalan meng-impeach Anies Baswedan.

Macam-macam gugatan mereka. Merry Hotma, Gembong Warsono, William, Lukmanul Hakim, dan lain-lain dipasang sebagai Corot-Bicara dari dalam parlemen daerah. Prasetyo Edhi Marsudi malah lebih ekstrem; ingin rilis OTT Tim Gubernur.

Ballerina seperti Rian Ernest meliuk-liuk di luar arena. Spraying the venom. Bikin kulit iritasi.

Membandingkan Anak Magang Ahok kontra TGUPP. Mereka bilang Anak Magang Ahok lebih mantap. What a joke...!!

Tsamara Amini berbanding lurus Nursyahbani Katjasungkana. Cheerleaders Rian Ernest versus Amin Subekti dan Bambang Widjojanto. WTF. Beda kelas. Beda kaliber. Dipaksa satu kelas. Balai Kota Ahok jadi tampak seperti Playgroup pre-schooling.

Ahok dan Anies beda karakter. Anies Baswedan main dalam frame birokrasi. Semuanya ingin dibikin sesuai by the book dan transparan.

Ahok is freestylist. Bebas. Out of the box. Gak pusing tabrak kiri-kanan. Sruntulan. Freeman.

Anies' straightjacket menyulitkan diri sendiri. Sumber anggaran Tim Gubernur berpindah-pindah. Dari Pos Sekda ke Bappeda. Dijadikan "bulls-eye" para haters. Panahnya; Rekomendasi Mendagri yang meminta Tim Gubernur digaji dari Kantong Anies sendiri.

Solusinya mudah saja. Ikutin freestylist Ahok. Panggil taipan. Minta mereka berpartisipasi dalam pembangunan Jakarta.

Paling gila adalah haters minta laporan output kinerja TGUPP. Alasannya, Tim Gubernur digaji oleh APBD.

Argumen Bambang Widjojanto yang menyamakan TGUPP dengan KSP dan Watimpres direspons dengan pedas. "Jangan samakan dengan Pembantu Presiden," kata Pantas Nainggolan, Penasihat Fraksi PDIP.

Tim Gubernur ini sifatnya Semi "Semper Occultus" atau Almost Always Secret. Bagaikan Intelligence Agency, User TGUPP ya Gubernur.

Mereka nggak punya wewenang mengeksekusi seperti SKPD. Ruang lingkup mereka data collection, informasi, input, dan rekomendasi. In short, jadi mata-telinga-mulut Gubernur.

Prestasi Gubernur adalah ukuran output kinerja TGUPP. Gembong Warsono menyatakan prestasi TGUPP cuma dua; "Penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di pulau reklamasi dan apartemen yang masih jadi masalah". Itu saja katanya.

Gembong Warsono kurang baca nih. Gembong’s heavy-mouth tactics mask his deep strategic weakness.

Penghargaan Kepala Daerah Bebas Korupsi dari Istana Wapres tentunya ditopang oleh Tim Gubernur bidang hukum dan pencegahan strategis alias KPK DKI Jakarta.

Ada andil Tim Gubernur bidang ekonomi sehingga target realisasi anggaran mencapai 93,05 persen dan Pendapatan Asli Daerah (PAD) terealisasi Rp 43,33 triliun atau 97,69 persen dari target Rp 44,35 triliun.

Tidak adanya gejolak sosial di pesisir laut Jakarta dan realisasi keluhan masyarakat tak lepas dari kinerja dua Tim Gubernur di divisi lain, yaitu yang berkaitan dengan respons strategis dan pengelolaan pesisir.

Populist firebrand Anies Baswedan tetap manusia. Not perfect. Double job Hariyadi nggak enak dilihat. Seakan Anies Baswedan defisit personel dan bisa ditekan timses pilgub.

Padahal masih banyak relawan yang bisa dimaksimalkan. Sekalipun mereka tidak dibayar karena tak ternilai.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Menag Sampaikan Salam Presiden Prabowo kepada Peserta Zikir dan Doa Kebangsaan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 20:09

Jelang Zikir dan Doa Kebangsaan, Puluhan Ribu Umat Mulai Padati Kawasan Monas

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 19:48

Poros Tengah NU: Jalan Pemersatu, Menjaga Marwah, dan Kedaulatan Jam’iyah

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 18:50

Tim 9 Geledah Rumah Febrie Adriansyah di Kebayoran Baru

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:47

Tak Sekadar Bendungan, Menteri Dody Punya Rencana Matang Tangkal Kekeringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 17:23

Azis Husaini Resmi Menjadi Nahkoda Baru RMOL.ID, Media Ekonomi dan Politik

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:43

Brigade Pangan KAMMI Bersambut Sambas Dukung PM-AAS

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 16:29

Warga Kupang: Terima Kasih Pak Jokowi!

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:49

Korupsi Masih jadi Tantangan Terbesar Demokrasi Indonesia

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 15:07

Garuda Indonesia Pertahankan Kendali GMF di Tengah Kuasi Reorganisasi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 14:56

Selengkapnya