Berita

Ilustrasi hari anti korupsi/Net

Publika

Sandiwara Anti-Korupsi

KAMIS, 12 DESEMBER 2019 | 08:52 WIB

DRAMA pendek di SMKN 57 Jakarta yang diperankan oleh Menteri Erick, Nadiem, dan Wishnutama sepertinya kreatif, tapi lebih dekat kepada mengada-ada.

Ketika Menteri berakting memakai seragam sekolah jadi terbayang peran "Sule" atau "Tessy". Tema antikorupsi dengan peristiwa mau bayar bakso pakai kas sekolah, kuliah anak pejabat, dan terlambat masuk kelas terlalu sederhana. Meski Presiden mengapresiasi, tetapi tetap kurang pas.

Menteri Nadiem yang belum terlihat prestasi kerjanya baru saja disorot soal "penampilan" pakaian yang tidak menghormati acara resmi pelantikan Rektor UI. Jika dianalogikan dengan "korupsi waktu" maka yang dilakukannya adalah "korupsi adab" atau "korupsi sopan santun".


Sementara Erick Thohir yang sukses memecat Ari Ashkara juga bernuansa "nepotisme", karena baru saja memasukan Ahok "kroni penguasa" menjadi Komut Pertamina.

"Pesan bakso 1, pake akhlak," kata Wishnutama. Candaan yang "nyerempet" agama. Akhlak itu ada yang baik dan ada yang buruk.

Contoh akhlak buruk adalah pilihan Presiden yang tidak memenuhi undangan KPK di hari antikorupsi dan lebih memilih nonton drama Menteri yang jadi anak sekolahan.

Tampaknya pemerintah sedang salah memilih prioritas. Korupsi itu banyaknya dilakukan bukan oleh anak sekolah SMK tetapi oleh Pejabat yang mungkin Menteri atau Presiden. Anggota Dewan juga tidak sedikit.

Ini diawali oleh kolusi atau nepotisme yang dilakukan para pengusaha. Teman-teman Pak Erick Thohir dan Wishnutama. Mereka sering "minta order" dari pejabat.

Justru anak sekolah dan mahasiswa lah yang sering melakukan kritik dan aksi atas perilaku "korupsi meski tanpa prestasi" bukan "prestasi tanpa korupsi" sebagaimana tema sandiwara. Sayangnya pak Presiden lebih suka menonton sandiwara ketimbang datang ke tempat pemberantasan korupsi yang nyata, KPK.

Nah, kini tak terbayang jika ke depan para pemain dan pejabat penonton sandiwara ternyata menjadi pesakitan karena kasus korupsi. Sebaiknya tak perlu menunjuk dan mendidik orang agar tak korupsi, lebih baik memproteksi diri agar jabatan "rawan" sebagai Presiden dan Menteri tidak menjadi sarana untuk memperkaya diri atau orang lain dengan cara yang tak halal alias korupsi.
 
Hari antikorupsi bukan hanya sehari, akan tetapi sepanjang hari. Godaan untuk korupsi yang datang setiap hari mesti dibentengi.

Jangan salah pesan bakso pakai akhlak seharusnya ya pakai uang. Masalahnya budaya pejabat dan pengusaha kini sering pesan uang dengan bertopeng akhlak. Sok berakhlak baik sebenarnya penipu dan perampas bakso. Bakso yang bernilai miliaran atau triliunan.

"Selamat hari korupsi", kata koruptor sejati yang berjas dan dasi, sambil ongkang ongkang kaki duduk nyaman di atas kursi.

Memproteksi diri dan sok suci lalu berteriak "Waspadai radikalisme dan intoleransi!".

M Rizal Fadillah

Pemerhati Politik

Populer

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

UPDATE

Helikopter Pemadam Karhutla BNPB Jatuh di Sungai Barito

Minggu, 08 November 2026 | 14:30

Putin Pastikan Rusia-AS-Ukraina Kembali Berunding Pekan Depan di Abu Dhabi

Minggu, 08 November 2026 | 14:26

Plt Bupati Klaten Dicecar KPK soal Penerimaan Uang Hamenang dan Era Sebelumnya

Minggu, 08 November 2026 | 14:19

Al Aqsha Travel Gelar Akademi Marketing Haji untuk Perkuat Kompetensi Mitra

Minggu, 08 November 2026 | 14:02

Bahlil Ancam Tempuh Jalur Hukum Gegara Namanya Dikaitkan dengan Isu Penyadapan Prabowo

Minggu, 08 November 2026 | 13:47

Gempa 5,7 Magnitudo Guncang Jepang, 20 Orang Terluka

Minggu, 08 November 2026 | 13:42

Penyadapan Presiden Prabowo Biang Kerok Ekonomi Tidak Stabil

Minggu, 08 November 2026 | 13:28

Green Wakaf, Memperluas Manfaat Wakaf untuk Menjaga Kelestarian Alam

Minggu, 08 November 2026 | 13:08

Pengamat: Peran Seskab Teddy Strategis dalam Komunikasi Politik Pemerintah

Minggu, 08 November 2026 | 13:02

AS Siapkan Rp362 Miliar untuk Pembocor Informasi Nuklir Iran

Minggu, 08 November 2026 | 12:40

Selengkapnya