Berita

Anthony Winza/Net

Politik

BK Harus Panggil Lagi Kader PSI Yang Bikin Kisruh Demi Cari Panggung

MINGGU, 08 DESEMBER 2019 | 17:41 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Kader PSI kembali membuat ketegangan di DPRD DKI Jakarta. Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) lagi-lagi jadi panggung aksi kader PSI.

Sebelumnya anggota DPRD DKI dari PSI, William Aditya dipanggil Badan Kehormatan (BK) karena mengungkap rencana anggaran lem Aibon senilai Rp 82,8 miliar, padahal anggaran itu masih disisir Gubernur DKI Anies Baswedan.

Kini, giliran Anthony Winza yang mempermasalahkan anggaran pengadaan komputer sebesar Rp 182,9 miliar.


Anggota DPRD Jakarta Komisi C dari Fraksi PSI itu mengungkap anggaran janggal saat rapat pembahasan RAPBD bersama Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Jakarta di ruang komisi C gedung DPRD, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/12). Belakangan pemberitaan soal anggaran itu telah tersebar.

Pada rapat lanjutan di hari yang sama, anggota Fraksi PDI Perjuangan di Komisi C, Cinta Mega melayangkan protes kepada Anthony. Ia menganggap Anthony dengan sengaja menyebar materi rapat ke awak media.

Anthony dan Mega lantas saling adu argumen di ruang rapat. Setelah itu keduanya ditenangkan oleh Ketua Komisi C Habib Muhamad bin Salim Alatas dengan menskors rapat sampai keesokan harinya.

Sekjen Gerakan Masyarakat Cinta Jakarta (Gema Cita), Hilman Firmansyah turut angkat bicara atas peristiwa tersebut.

Dia mengingatkan agar dalam membahas RAPBD, anggota dewan bekerja sesuai aturan dan jangan membuat gaduh. Termasuk taat untuk tidak melakukan pengungkapan ke publik menacing anggaran yang sedang digodok.

“Apalagi sekadar cari panggung,” tegasnya kepada wartawan, Minggu (8/12).

Gema Cita juga meminta BK untuk menegur anggota DPRD Jakarta yang tidak menaati aturan. Hilman mendesak agar BK DPRD memanggil Anthony dan memberi teguran.

“Mereka yang sengaja membuat kisruh serta cari panggung semata dan membuat citra buruk harus dipanggil,” tegasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya