Berita

RA (tengah), wanita yang melaporkan Dewas BPJS Ketenagakerjaan dengan dugaan pelecehan seksual/Net

Hukum

Dewas BPJS Ketenagakerjaan Tak Cabut Laporan Meski RA Minta Maaf

MINGGU, 08 DESEMBER 2019 | 13:40 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Permintaan maaf yang dilayangkan mantan tenaga kontrak Asisten Ahli Dewan Pengawas Badan Penyelenggara Jaminan, Sosial Ketenagakerjaan (Dewas BPJS-TK), RA tak serta merta menghentikan proses hukum yang berjalan.

RA dilaporkan balik dengan sangkaan pencemaran nama baik dan fitnah oleh anggota Dewan Pengawas BPJS Ketenagakerjaan, Syafri Adnan setelah menudingnya melakukan pelecehan seksual kepada wanita berusia 27 tahun itu.

“Saya belum mencabut laporan, kalau ada yang macem-macem saya sikat,” ucap Syafri di Hotel Ibis Tamarind, Jakarta Pusat, Minggu (8/12).


Pada dasarnya, ia telah menerima permohonan maaf RA yang menuduhnya sebagai predator seks dan pelaku pelecehan seksual. Namun ada beberapa hal yang mendasarinya untuk tetap melanjutkan proses hukum.

“Untuk kelegaan Pak Sjafri memaafkan, telah dilakukan penyidikan dan RA betul-betul menyesal, Pak Syafri legowo. Hal lainnya, mungkin ada satu dua hal, akan kami lanjutkan untuk saat ini proses masih berjalan,” tambah kuasa hukum Syafri, Memed Adi Wianata.

Pengadilan Negeri Jakarta Selatan sebelumnya telah memutuskan gugatan RA dalam perkara perdata tidak diterima.

Selain itu, surat ketetapan nomor: S.Tap/96/VII/2019/Direskrimum tentang penghentian terhadap laporan polisi nomor: LP/B/0006/I/2019/Bareskrim tanggal 3 Januari 2019 atas nama pelapor RA dengan laporan Syafri Adnan Baharuddin terhitung tanggal 31 Juli 2019 dihentikan penyelidikannya karena tidak cukup bukti.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Intervensi Jepang Runtuhkan Dominasi Dolar AS

Jumat, 01 Mei 2026 | 08:15

Saham Big Tech Bergerak Beragam, Alphabet dan Amazon Moncer

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:58

Mojtaba Khamenei: Tak Ada Tempat bagi AS di Teluk Persia

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:36

Harga Emas Melonjak setelah Jepang Intervensi Pasar Mata Uang

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:26

STOXX 600 Capai Level 611,28 Saat Sektor Industri Melesat di Atas 1 Persen

Jumat, 01 Mei 2026 | 07:06

Diplomasi Raja Charles III terhadap ‘King’ Trump

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:57

Celios: Kita Menolak MBG Dijadikan Alat Politik

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:28

Keluarga, Buruh dan Prabowonomics

Jumat, 01 Mei 2026 | 06:02

Pembatalan Unjuk Rasa May Day di DPR Dianggap Warganet ‘Sudah Cair’

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:39

Prabowo-Gibran Diselamatkan Beras

Jumat, 01 Mei 2026 | 05:15

Selengkapnya