Berita

Firman Jaya Daeli (kiri)/Dok

Publika

Stabilitas Politik Dan Keamanan Membangun Indonesia Maju

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 10:14 WIB

MEMBANGUN Indonesia Maju, menjadi semakin tumbuh bermakna ketika memenuhi dan berbasis pada setidaknya dua hal persyaratan standar. Persyaratan tersebut adalah stabilitas politik dan stabilitas keamanan.

Kedua hal stabilitas ini harus memastikan posisi dan menunjukkan orientasi untuk mengukuhkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI); membumikan ideologi Pancasila; menegakkan konstitusi UUD 1945; dan menumbuhkan Bhinneka Tunggal Ika.

Indonesia Maju berbeda dengan Indonesia Menang karena Indonesia Maju tidak bermotivasi sempit dan tidak bertujuan pragmatis menang semata hanya untuk berkuasa saja. Indonesia Maju justru bermakna karena meletakkan diri dan memposisikan status secara luhur, mulia, dan beradab untuk memastikan tumbuhnya hakekat pernyataan kemerdekaan Indonesia; mewujudkan tujuan nasional Indones; dan membumikan ideologi, dasar, dan falsafah Pancasila.


Stabiltas politik berbasis pada agenda dan kebijakan pembangunan, pembaharuan, dan penataan sistem dan kelembagaan politik. Kemudian stabilitas keamanan bertumpu pada agenda dan kebijakan pembangunan, pembaharuan, dan penataan sistem dan kelembagaan keamanan.

Terminologi dan prinsip dasar stabilitas politik dan stabilitas keamanan dalam konteks ini pada dasarnya berbeda dan bukan sebagaimana dalam sistem dan kultur politik dan keamanan orde baru.

Terminologi dan prinsip dasar stabilitas politik dan stabilitas keamanan dalam sistem dan kelembagaan orde reformasi dan khususnya Indonesia Maju justru dibangun sebagai prasyarat standar untuk menguati dan menafasi Indonesia Raya. Keseluruhan konstruksi dan substansi pembangunan, pembaharuan, dan penataan sistem dan kelembagaan politik dan keamanan harus senantiasa dan dalam kerangka Membangun Indonesia Maju.

Sistem dan kelembagaan politik pada hakikatnya bermuatan pada regulasi politik, kelembagaan politik kepemiluan, pemilu politik, kelembagaan politik kenegaraan, dan lain-lain.

Setiap dan semua subsistem dalam sistem dan kelembagaan politik mesti selalu dibangun, dibaharui, dan ditata agar tetap tumbuh sehat dan dinamis dalam keadaan stabil, fungsional, efektif, dan kuat. Pembangunan, pembaharuan, dan penataan ini juga bertumbuh dalam semangat stabilitas politik yang mendorong dan mendukung stabilitas keamanan.

Perihal sistem dan kelembagaan keamanan pada dasarnya bermuatan pada regulasi keamanan, kelembagaan keamanan, reformasi struktural, instrumental, dan kultural institusi keamanan terkait, kelembagaan kenegaraan, dan lain-lain. Rata-rata subsistem dalam sistem dan kelembagaan keamanan harus senantiasa dibangun, dibaharui, dan ditata supaya terus menerus tumbuh dalam situasi dan kondisi stabil, fungsional, efektif, dan kuat. Pembangunan, pembaharuan, dan penataan ini harus ditumbuhkan dalam semangat stabilitas keamanan yang menguatkan dan memberdayakan stabilitas politik.

Relasi strategis, fungsional, dan efektif antara stabilitas politik dan stabilitas keamanan dengan Indonesia Maju terletak pada penjabaran muatan agenda dan kebijakan yang saling melengkapi, menguati, dan memaknai.

Agenda dan kebijakan Membangun Indonesia Maju sangat membutuhkan kualitas stabilitas politik dan stabilitas keamanan; sekaligus juga Indonesia Maju harus berposisi dan berorientasi pada peningkatan dan penguatan stabilitas politik dan stabilitas keamanan.

Kualitas pembangunan, pembaharuan, dan penataan stabilitas politik dan stabilitas keamanan mesti ditandai dan dimaknai sebagai sistem dan kultur berpengaruh untuk mempercepat dan memperkuat Pembangunan Indonesia Maju.

====

Silakan menonton video singkat dan membaca tulisan inti mengenai penyelenggaraan Seminar Nasional dalam rangka perayaan Dies Universitas Nommensen, Siantar, Sumatera Utara, di Kampus Universitas Nommensen, Kamis, 28 November 2019.

Ada sejumlah Pembicara dari berbagai profesi dan atribusi yang diundang dalam beberapa Sesi Seminar Nasional. Salah satu tema strategis yang dibahas dalam sebuah sesi seminar Nasional adalah "Stabilitas Politik Dan Keamanan Membangun Indonesia Maju".

Pimpinan Universitas Nommensen bersama penyelenggara acara Dies dan Seminar Nasional mengundang Firman Jaya Daeli (Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia) sebagai pembicara untuk menyampaikan pemikiran inti dan strategis mengenai tema seminar di hadapan peserta seminar yang berjumlah lebih dari 2 ribu orang.

Peserta terdiri dari mahasiswa, dosen, pimpinan dan pejabat struktural Universitas Nommensen, tamu undangan dari berbagai profesi dan latarbelakang. Seminar dibuka oleh Rektor Universitas Nommensen, Prof. Sanggam Siahaan.

Firman Jaya Daeli
Ketua Dewan Pembina Puspolkam Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya