Berita

Sri Mulyani hanya cari alasan soal ekonomi global yang sulit diprediksi/Net

Politik

Ekonomi Global Sulit Diprediksi, Ekonom INDEF: Pemerintah Jangan Cari Alasan

JUMAT, 06 DESEMBER 2019 | 10:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah diminta tidak mencari alasan atas kondisi ekonomi global yang mengalami ketidakpastian dan sulit diprediksi, sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati (SMI). Sebab, ekonomi Indonesia masih sangat bergantung kepada domestik.

Begitu disampaikan Ekonom INDEF, Eko Listyanto saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Jumat (6/12).

"Seharusnya tidak menjadi alasan (pemerintah). Mengingat sesungguhnya ekonomi Indonesia masih sangat bergantung domestik," ujar Eko.


Dijelaskan Eko, jika diukur menggunakan volume perdagangan per PDB (trade openess) baru sekitar 35 persen. Dan sesungguhnya 65 persen pengelolaan ekonomi Indonesia tidak bergantung kepada situasi global, melainkan lebih bergantung kepada domestik.

Menurut dia, seharusnya pemerintah mengoptimalkan pengelolaan ekonomi domestik yang dimiliki. Bukan malah menaikkan tarif-tarif konsumsi rumah tangga yang justru akan menambah kondisi ekonomi domestik melemah.

"Dengan tidak menambah beban pada konsumsi rumah tangga (tarif listrik, BPJS, tol), dapat membuat ekonomi domestik masih bisa diandalkan. Namun, jika tarif-tarif itu dinaikkan maka ekonomi domestik pun akan dapat melemah," tutur Eko.

"Jangan naikkan tarif-tarif itu," imbuhnya.

Sebelumnya, Sri Mulyani mengatakan bahwa kondisi ekonomi global sulit diprediksi. Bahkan, para pembuat kebijakan hingga pakar pun diyakini tidak mampu mengatasinya. Sebab, kata dia, pattern dan frekuensinya bebeda.

"Ketidakpastian itu is not new at all. Namun yang berbeda kali ini adalah pattern dan frekuensi yang sama sekali nggak bisa dipastikan," kata Sri Mulyani di The Westin, Jakarta, Rabu (4/12).

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

KPU akan Berulang Tahun ke-73 di November Tahun Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 12:22

Nasib Atlet Setelah Lampu Stadion Padam

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Trump: Perjanjian Damai dengan Iran akan Diteken Hari Ini

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:33

Pemuda 24 Tahun Jadi Tersangka Usai Bawa Botol Diduga Bom Molotov ke Aksi DPR

Minggu, 14 Juni 2026 | 11:25

Ekonom Ungkap Akar Munculnya Narasi "Sell Indonesia"

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:41

KPK Bongkar Korupsi "Sempurna" di Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:39

Panggung Atraksi Wushu di Sekolah Rakyat Manado Pukau Mensos

Minggu, 14 Juni 2026 | 10:01

Daya Beli Masyarakat Terancam Jika BBM Subsidi Ikut Naik

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:51

KPK Amankan Dokumen saat Geledah Kantor Hingga Rumah Dinas Bupati Muara Enim

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:44

Menhan Jepang Persembahkan Model Kapal Perang "Makasa" ke Prabowo di Kertanegara

Minggu, 14 Juni 2026 | 09:31

Selengkapnya