Berita

Ketua Bawaslu RI, Abhan/RMOL

Politik

Sentra Gakkumdu Tidak Efektif, Ketua Bawaslu Minta Kewenangan Seperti KPK

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 19:45 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) yang menangani tindak pidana pemilu dianggap tidak efektif.

Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menegaskan, hal itu karena melihat pengalaman Pemilu Serentak 2019 lalu.

Dia mengungkapkan, 3 lembaga yang berada di dalam Gakkumdu, yakni kepolisian, kejaksaan dan Bawaslu tidak memiliki kesatuan pemahaman terkait pelanggaran pemilu. Sehingga, banyak dugaan pelanggaran pidana pemilu yang kandas di Gakkumdu.


"Ini (Gakkumdu) satu forum tapi kepalanya (siapa?), jadi enggak efektif. Kalau mau efektif catatan kami di sentra Gakkumdu ya satu kepala saja. Bawaslu," kata Abhan di Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (5/12).

Bahkan, Abhan mengimpikan Bawaslu mempunyai sistem penegakan hukum seperti yang ada di Komisi Pemberantadan Korupsi (KPK).

KPK yang memiliki kewenangan menyidik dan menuntut terduga pelaku pidana, menjadi suatu hak istimewa yang ingin dimiliki oleh Bawaslu pula.

"Kami harapkan memang kewenangan penyidikan penuntutan ada di Bawaslu. Sehinga Bawaslu punya penyidik, penuntut sendiri. Seperti zaman KPK yang sebelum UU ini. KPK yang lama kan bisa melakukan penyidikan penuntutan sendiri. Jadi perintah sprindik-nya dari bawaslu," ujarnya

Selama proses Pemilu kemarin, Abhan menceritakan banyak kasus yang tidak diselesaikan oleh Gakkumdu.

"Ada (kasus) yang sudah kita mati-matian pengumpulan alat bukti tapi di penyidik enggak bisa berlanjut. Ada cukup banyak," imbuhnya.

Oleh karena itu, Abhan berharap, pemerintah khususnya DPR untuk bisa mengubah UU kewenangan Bawaslu, agar kewenangan penegakan hukum pemilu bisa dilakukan secara mandiri.

Konsep yang diutarakannya terkait penyidikan adalah, meminta bantuan polisi yang sudah lepas dari kepolisian sebagai penyidik

"Mengacu kayak di KPK, minta orang kepolisian yang diperbantukan tapi sudah lepas dari kepolisian-nya. Di awal mesti seperti itu. Kita nanti pelatihan dan lain-lain. Kita minta penyidik dari polisi tapi dia sudah orang Bawaslu. Itu yang ideal," jelasnya.


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya