Berita

Haedar Nashir/Net

Politik

Punya 20 Ribu PAUD, Muhammadiyah Minta Definisi “Terpapar Radikalisme” Diperjelas

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 13:57 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Pemerintah, partai politik, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan masyarakat perlu mendefinisikan ulang kata terpapar radikalisme. Pasalnya, radikalisme kerap dimaknai secara sempit yang berujung aksi saling tuding antar warga bangsa satu dengan yang lainnya.

Demikian disampaikan Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir menanggapi pernyataan Wakil Presiden Maruf Amin yang menyebut institusi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mulai terpapar radikalisme.

“Definisikan ulang apa yang kita sebut terpapar radikalisme juga sasaran objeknya," ujar Haedar kepada wartawan di Gedung PP Muhammadiyah, Rabu (4/12).


Menurut Haedar, apabila pemerintah mendapati indikasi radikalisme dalam institusi seperti PAUD dan bahkan institusi manapun, maka tidak mesti dipukul rata. Sebab wilayah satu dengan yang lainnya berbeda dan tidak bisa digeneralisasi.

Radikalisme dalam ranah potensi kekerasan, intoleransi, ekstremisme itu bisa terjadi di semua tempat, baik dalam konteks agama, ideologi, golongan, kelompok, suku, ras, dan sebagainya.

"Jadi kami memohonkan semua perlu seksama," ucapnya.

Haedar mengungkapkan, Muhammadiyah memiliki sekitar 20 ribu lebih sekolah PAUD yang tersebar di seluruh Indonesia. Menurutnya, guru-guru PAUD secara suka rela mengemban tugas mulianya itu dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa.

"Kami punya 20 ribu lebih PAUD. Itu justru punya kekuatan menjadi pilar mencerdaskan bangsa dan mendidik karakter generasi," demikian Haedar.

Wakil Presiden Maruf Amin sempat mengatakan bahwa Kementerian Agama bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sedang menelusuri dugaan radikalisme diajarkan di PAUD.

Dia pun berharap ada sinergi secara komprehensif sehingga perkembangan radikalisme dapat dicegah dari hulu sampai ke hilir.

“Mulai pendidikan, bukan hanya SD, dari PAUD juga mulai ada gejala, dari TK tokoh-tokoh radikal itu sudah dikenalkan," ujarnya di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Jumat (15/11). 

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya