Berita

SBY/Net

Politik

SBY: Presiden Berkuasa Lama Cenderung Jadi Tiran Dan Diktator

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 09:13 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono(SBY) dengan tegas menolak wacana penambahan masa jabatan presiden. Penegasan itu telah disampaikannya sejak masih menjabat sebagai presiden. Tepatnya pada 25 April 2014.

Penolakan itu didasarkan pada pengalaman pemimpin di dunia yang berkuasa lama, lebih hingga 20 tahun. Kebanyakan dari mereka, kata SBY cenderung menyalahgunakan kekuasaan.

“Mereka hanya menjadi tiran, menjadi diktator dan tentu tidak baik,” ungkapnya dalam sebuah video yang diunggah politisi Demokrat Andi Arief, Kamis (5/12).


Berdasar pengalaman itu, SBY sampai pada kesimpulan bahwa kekuasaan yang digunakan secara sewenang-wenang akan membuat demokrasi menjadi mati dan hak rakyat dikebiri.

Di satu sisi, pemimpin diktator itu juga akan kehilangan inisiatif dalam membangun bangsa. Sebab, tugas presiden sebatas dianggap rutinitas semata.

“Rakyat juga bisa bosan kalau pemimpinnya tidak ganti-ganti dan berkuasa dalam waktu lama,” tegasnya.

Pada prinsipnya, kata ketua umum Partai Demokrat itu, kekuasaan bukan segalanya, meski hasrat untuk berkuasa memang sangat menggoda.

“Kalau berlebihan pasti tidak membawa kebaikan,” pungkasnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya