Berita

Sandiaga Uno/Net

Politik

Kata Sandi Soal Penunjukan Ahok Jadi Komisaris Utama Pertamina

KAMIS, 05 DESEMBER 2019 | 08:37 WIB | LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO

Mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok sudah resmi menjabat sebagai Komisaris Utama Pertamina. Namun mayoritas publik masih ragu dengan kinerja Ahok dalam jabatan baru tersebut.

Tidak terkecuali mantan calon wakil presiden Sandiaga Uno. Menurut Sandi, tugas menjadi pucuk pimpinan di Pertamina bukan pekerjaan mudah.

“Ini BUMN terbesar dari segi aset dan tugas yang besar. Salah satunya dalam penyediaan energi,” tegasnya dalam talkshow Mata Najwa, Rabu malam (4/12).


Sementara mengenai penunjukan Ahok, Sandi mengaku tidak pernah mengkaji rekam jejak mantan terpidana penista agama itu di korporasi. Dia hanya tahu kerja Ahok saat pimpin DKI.

Baginya, penunjukan Ahok juga layak dipertanyakan ke pengambil keputusan. Sebab sangat mudah dalam menentukan seorang komisaris dan direksi. Padahal harus diukur terlebih dahulu kapasitas yang bersangkutan.

“Pernah nggak pimpin perusahaan, terakhir komisaris di mana, bagaimana pengalaman, pendidikan, kemampuan menekan impor migas, itu harus betul-betul dikupas,” terangnya.

Apalagi, sambung Sandi, Ahok akan berhadapan dengan mafia migas yang selama ini bikin presiden geram.

Namun begitu, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu tidak langsung menolak Ahok. Dia memberi kesempatan kepada Ahok selama 6 bulan. Setelah itu, dia meminta ada evaluasi.

“6 bulan bagaimana efisiensi, bagaimana target produksi 1 juta barel/hari,” tegasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya