Berita

Menteri BUMN, Erick Thohir/Net

Politik

Erick Thohir Harusnya Copot Direksi Tukang Nyinyir, Jangan Cuma Nyindir

RABU, 04 DESEMBER 2019 | 21:45 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tak dijelaskan secara rinci siapa sosok direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang rajin mengkritik pemerintah.

Namun demikian, pernyataan terbuka yang disampaikan Menteri BUMN, Erick Thohir ini dinilai patut diapresiasi.

"Kami apresiasi, namun alangkah baiknya jika Pak Menteri menyebut spesifik siapa direksi yang dimaksud agar tidak menimbulkan kegaduhan dan tanda tanya berkelanjutan," kata Jurubicara Sinergi Kawal BUMN, Abdul Rohim dalam keterangan tertulisnya, Rabu (4/12).


Sayangnya, ia tak sependapat dengan sikap Erick yang seakan melempar bola liar di publik. Mantan Ketua TKN Jokowi-Maruf itu dianggap tak etis mengumbar masalah BUMN ke publik, namun membiarkan informasi yang disampaikan mengambang tanpa kejelasan.

Sebagai pemangku kebijakan, Erick Thohir seharusnya langsung melakukan tindakan tegas, seperti mencopot direksi BUMN yang dianggap salah tanpa harus berkoar-koar di media massa.

"Tidak perlu mengumbar masalah tersebut kepublik. Kami khawatir teguran Pak Menteri tersebut menimbulkan kisruh dalam tubuh BUMN. Indonesia memiliki 142 BUMN, tentunya kita tidak menghendaki sentilan Erick berdampak terhadap kinerja BUMN," tegasnya.
 
Sebagai pimpinan tertinggi Kementerian BUMN, Erick Tohir bisa langsung menyebutkan direksi yang dimaksud, serta tidak perlu sungkan mencopot direksi yang bersangkutan dengan catatan terukur dan transparan, bukan soal like and dislike.

"Persoalan yang sedang mendera BUMN masih banyak dan kompleks, perlu kontribusi pemikiran dan masukan dari berbagai kalangan masyarakat. Oleh karena itu Pak Erick jangan sungkan menyerap banyak informasi dan masukan dari berbagai kalangan masyarakat," tutupnya.

Pernyataan Erick tersebut disampaikan saat dirinya menekankan soal loyalitas dalam bekerja. Ia meminta kepada jajarannya untuk memberikan kritik secara langsung, bukan melalui media massa maupun media sosial.

"Bukan berarti saya antikritik, tapi harus dikritisi langsung. Jangan lewat media. Kalau dia kerja di BUMN, mengkritisi BUMN tapi lewat media, itu kan enggak etis," kata Erick.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya