Berita

Jaya Suprana/Net

Jaya Suprana

Melengkapi Rukun Agawe Santoso

SELASA, 03 DESEMBER 2019 | 07:04 WIB | OLEH: JAYA SUPRANA

NASKAH Rukun Agawe Santoso (30 November 2019) memperoleh aneka-ragam tanggapan melengkapi permasalahan yang sempat memicu heboh para warganet berbahasa Indonesia di planet bumi masa kini.

Gado-Gado Campur Salad

Mantan rektor Sekolah Tinggi Filsafat Driyakara merangkap mahaguru bushido saya, Romo Dr. Simon Lili Tjahjadi mengaku di dalam tubuhnya mengalir sekitar 5 liter darah Sunda, sisanya Cina Hokkian dan Gek, lama hidup di Jerman, kenal cukup baik filsafat Jepang, dan budaya Jawa Mataram.


Lingkungan akrab Islam, lahir sebagai Budhis Konfusianis, saat remaja dididik di Sekolah Protestan, jadinya Katolik.

Nah siapa beliau sebenarnya? Bhinneka Tunggal Ika! Sementara astronom dan filosof Dr. Karlina Supeli  menegaskan bahwa bangsa Indonesia sebetulnya perlu bangga, ada begitu banyak variasi “darah” menjadikan Indonesia sebagai tanah tumpah darah.

Sayangnya banyak warganet tidak paham perbedaan antara manusia biologis (bawaan lahir) dengan manusia politis (warga negara) dan manusia budaya (bangsa).

Ibu kandung Dr. Karlina secara biologis Belanda totok tetapi secara politis memilih jadi WNI, maka secara budaya hibrida. Anak-anaknya jadi gado-gado campur salad .

Pesantren dan Aktivis

Sahabat saya seorang tokoh pimpinan pesantren yang keberatan namanya disebut merasa heran kenapa harus heboh hanya akibat pernyataan seseorang saja padahal sejumlah orang dipuja meski terang-terangan menolak mengaku sebagai orang Indonesia.

Lihatlah "Al Baghdadi" artinya "Orang Bagdad", "Al Yamani" artinya "Orang Yaman", “Al Habsyi" artinya "Orang Habasyah" dan lain-lain.

Sementara aktivis pembela hak perempuan dan rakyat kecil, Dr. Nursyahbani Katjasungkana menyampaikan terima kasih atas ikhtiar upaya sederhana saya meredakan kehebohan yang sebenarnya tidak perlu dihebohkan.

Penulis pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan pendamba suasana rukun agawe santoso

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

OKI Kecam Serangan Houthi ke Makkah dan Madinah

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:17

Jakarta Running Festival Jadi Role Model Ajang Lari Nasional

Minggu, 25 Oktober 2026 | 10:01

Carbon Capture di Petrokimia Gresik Berpeluang Kurangi Impor Soda Ash

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:47

KPK Bantah Kembali Sita Uang Rp40 Juta dari Salah Satu PCNU Terkait Muktamar NU

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:27

Mantan Panglima TNI Pertama dari Angkatan Laut Widodo AS Wafat

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:12

Aksi Iklim Lintas Iman Desak Siklus Karhutla Tahunan Segera Diputus

Minggu, 25 Oktober 2026 | 09:02

Akuisisi Saham BYAN Haji Isam Sejalan dengan UU Minerba

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:44

Bill Gates: AI Bisa Picu Gejolak Ekonomi dan Sosial Selama 20 Tahun

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:43

Kehadiran Kopdes Bawa Harapan untuk Ekonomi Desa

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:19

Pesantren Didorong Ikut Terlibat dalam Pencegahan Karhutla

Minggu, 25 Oktober 2026 | 08:05

Selengkapnya