Berita

Presiden Joko Widodo/Net

Politik

Jokowi: Yang Usul Jabatan Presiden Ditambah Hanya Ingin Jerumuskan Saya

SENIN, 02 DESEMBER 2019 | 15:19 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Presiden Joko Widodo mengatakan, yang mengusulkan masa jabatan Presiden ditambah bermaksud ingin menjerumuskannya.

Kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (2/12), Jokowi menilai, munculnya usulan masa jabatan Presiden menjadi tiga periode, karena ada beberapa sebab.

"Satu, ingin menampar muka saya. Kedua, ingin mencari muka, padahal saya sudah punya muka. Ketiga, ingin menjerumuskan. Itu saja," kata politisi PDI Perjuangan ini.


Menurut Jokowi, saat ada keinginan MPR untuk amandemen, amandemen itu diharapkan hanya terbatas pada haluan negara saja, jangan melebar.

Dengan munculnya usulan masa jabatan Presiden ditambah, jelas Jokowi, hal itu sudah melebar dari rencana usulan amandemen pertama kalinya.

Dan karena sudah melebar, lanjut Jokowi, lebih baik usulan amandemen tidak perli dilanjutkan.

"Kan kemana-mana. Jadi, lebih baik tidak usah amandemen. Kita konsen saja pada tekanan-tekanan eksternal," kata mantan Walikota Solo ini.

Dotambahkan Jokowi, tekanan-tekanan eksternal lebih sulit dibandingkan hanya ribut masalah masa jabatan Presiden.

Wacana amandemen UUD 1945 untuk menambah masa jabatan Presiden jadi tiga periode pertama kali disampaikan oleh Ketua MPR Bambang soesatyo.

Namun, politisi Golkar itu mengkalaim wacana menambah masa jabatan Presiden datang dari masyarakat dan MPR berusaha mengakomodir.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

SGU Gandeng Poltek SSN Perkuat Pendidikan Siber Keamanan

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:09

Jokowi Bohong soal 54 Kali Ajak Makan Siang PKL Solo

Rabu, 29 Juli 2026 | 02:02

Sentralisasi Hambat Otonomi Daerah

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:49

Kejagung Periksa Tujuh Saksi Kasus TPPU Febrie, Empat Penyidik Polri

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:05

Terungkap Jokowi Ikut Dirikan Gerindra di Solo Jelang Pemilu 2009

Rabu, 29 Juli 2026 | 01:00

Satgas Jaga Jakarta dan FKDM Jangan Loyo Antisipasi Tawuran Warga

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:28

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pengedar Etomidate

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:24

Beredar Hasil Survei 32 Capres 2029

Rabu, 29 Juli 2026 | 00:02

DKPP Putus Perkara Helikopter KPU pada 29 Juli

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:23

GOR Ciracas Diserbu 3.190 Pelamar Kerja

Selasa, 28 Juli 2026 | 23:05

Selengkapnya